My fans

22 Okt 2015

Pahlawan kesehatan dalam metropolitan

Abstrak: Dalam jurnal dipaparkan hasil wawancara dengan seorang pedagang buah potong keliling. Data wawancara meliputi proses awal seorang penjual buah dan asal muasal . Dalam jurnal ini dapat dilihat hubungan antara judul Pahlawan Masa Kini dengan penjual buah keliling yang berletak di sekitar kampus UNJ. Untuk menjadi pedagang yang dagangannya berguna dan baik, masih harus memiliki perjuangan untuk menjunjungnya.

PENDAHULUAN

Pemuda pada era modern sudah mengalami penurunan kualitas kesehatan tubuh. Dimana mereka melakukan berbagai aktivitas yang dipadat-padatkan oleh berbagai kegiatan, kurangnya asupan 4 sehat 5 sempurna yang mengakibatkan penurunan optimalisasi fungsi organ tubuh yang bisa berakibat fatal. Salah satu produk asupan yang sulit atau jarang diangap penting adalah asupan buah. Beruntunglah jika masih banyak bertebaran orang yang menjual jus buah, namun manfaat buah yang paling baik adalah saat mengonsumsinya secara langsung. Maka dalam Jurnal ini dapat di terangkan bahwa eksistensi sosok penjual buah sangat membantu dan dapat dikatakan sebagai pahlawan masa kini, masa dimana orang hanya menginginkan sesuatu secara praktis.

Penjual Buah Keliling
22/10/15 Depan gedung G, Kampu A, UNJ, Jakarta Timur.
Seorang pedagang buah sedang menikmati istirahatnya sambil menanti pembeli datang. Penulis pun menghampirinya untuk tujuan wawancara.
 Pak Wahyu, Seorang pria asal Brebes rela meninggalkan istri dan kedua anaknya untuk menyokong kebutuhan hidup. Saat ini beliau tinggal di daerah kebon singkong yang terletak tidak jauh dari kampus UNJ. Beliau merintis usaha dagang buah potong sejak tahun 1999, dimulai dengan modal 50 perak, mulai menjual buahnya dengan harga 250 perak perbungkus. Saat ini dengan tersajinya buah yang sudah tinggal makan, mengeluarkan 3000 perak tidaklah sulit untuk kebaikan diri sendiri. Karena dalam dagangan beliau terdapat beraneka pilihan buah seperti, mangga, nanas, pepaya, melon, semangka, dan lain-lain yang dapat kita pilih sesuai selera.
Beliau memilih pekerjaan ini karena hanya dengan berdagang buahlah yang dapat ia lakukan agar mendapat pemasukkan yang dirasa cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Jika sehari jualannya dapat habis tanpa sisa, beliau bisa mendapatkan untung kotor 150 ribu. Maka beliau berjualan dari jam 10.30 sampai 17.30 agar dagangannya laku sebelum membusuk. Sayangnya waktu yang tepat untuk menjual buah segar adalah siang-siang di sekitar kampus karena saat itu adalah titik
ramainya, namun satpam selalu mengadakan mengusiran penjual keliling yang berada di sekitar kampus. Perjuangan menjaga kesegaran buah bagi pemuda sangatlah sulit karena mendapat tekanan dari berbagai pihak bersangkutan.

KESIMPULAN

Pahlawan masakini bukan lagi Superman, spiderman, atau petinggi-petinggi negara berdasi dan duduk di kursi dengan dalih diskusi namun hanya menghindari sanksi. Dengan era modern ini semua orang bisa menjadi pahlawan, dalam berbagai bidang dan profesi. Hanya membutuhkan sebuah keuletan diri untuk menyalurkannya. Perdagangan buah pun bisa disebut pahlawan karena hal yang ia lakukan tidak menyulitkan orang lain dan membawa kebaikan pada sesama.