Pertama baca judulnya, sempet bertanya tanya.. Siapa Rudy Habibie? adiknya kah? anaknya kah?
Nama Pak Habibie bukannya B.J. Habibie?
Oke, hmmmm... dan, setelah nonton filmnya bareng adikku tercuyung, yang minta di traktir -_-
Akhirnya aku paham, kalo itu tentang setengah full kehidupan beliau dari kecil.
kenapa setengah? karena kehidupan pasca kuliah sudah di serap di film Habibie dan Ainun.
Secara keseluruhan, film ini bercerita tentang masa muda dari seorang visioner bernama Rudy (panggilan kecil B.J. Habibi). "Jadilah mata air", itu pesan almarhum ayahnya yang selalu diingat Rudy Habibie.
Pesan itu yang membawanya terbang kuliah di teknik penerbangan universitas RWTH di kota Aachen demi mewujudkan keinginannya membangun Industri Dirgantara di Indonesia. Di Aachen, Rudy tak hanya belajar membuat pesawat tapi juga belajar arti persahabatan.
Rudy menjadi dekat dengan Lim Keng Kie, seorang keturunan Tionghoa, AYU, seorang adik putri keraton Solo, Poltak, pemuda Batak yang jujur dan jenaka, dan Peter, seorang mahasiswa senior. Namun demikian, Ilona, mahasiswi keturunan Polandia, justru yang paling percaya pada cita-cita Rudy. Tapi tak mudah mencari seorang yang sepaham dan mau mendukung.
Rudy juga harus berhadapan dengan Panca dan teman-temannya: para mantan Tentara Pelajar yang percaya kalau Indonesia butuh solusi yang berbeda dengan visi Rudy. Perlawanan dua kubu ini akhirnya membuat kata berubah menjadi airmata; airmata berubah menjadi darah; dan darah berubah menjadi pertaruhan nyawa.
Film RUDY HABIBIE diadaptasi dari Novel berjudul sama karya Gina S. Noer. Film RUDY HABIBIE disutradarai oleh Hanung Bramantyo, sementara naskah cerita ditulis oleh Ginanti S. Noer dan diproduseri oleh Manoj Punjabi. Film ini merupakan prekuel dari film Habibie & Ainun. Film pertama Habibie & Ainun telah ditonton sekitar 4,3 juta orang dan dibintangi Reza Rahadian sebagai Habibie dan Bunga Citra Lestari sebagai Ainun. Film RUDY HABIBIE tayang di bioskop pada akhir Juni 2016. Adapun para pemain yang membintangi film RUDY HABIBIE diantaranya Reza Rahadian, Chelsea Islan, Ernest Prakasa dan Boris Bokir.
Menonton film dokumenter tentang perjalanan seorang ilmuan berbakat yang berjasa dalam meningkatkan teknologi di Indonesia, khususnya teknologi penerbangan. Rancangan bentuk teknologi penerbangan yang akhirnya di renggut oleh pihak-pihak picik di negeri sendiri.
Kisah dalam film ini seharusnya mampu menyadarkan wajah Indonesia agar mampu menjadi negara yang benar - benar merdeka. Dimana kemajuan didalam suatu negara, ditunjang oleh segala sumberdaya yang ada. Sumberdaya di indonesia seperti SDM maupun sumberdaya lainnya yang bila mana dioptimalkan dengan sebaik-baiknya, mampu dengan segera melesatkan posisi Indonesia di tingkatan negara maju.
Dalam film ini juga, kita dapat mengambil kesimpulan tentang mengapa Indonesia yang tingkat populasi masyarakat remaja dan dewasa berada dalam mayoritas, namun seperti menggerus setiap kalimat Ir. Soekarno, "Berikan aku 10 pemuda, maka dengannya aku goncangkan dunia".
Pada awal tahun ketika Habibie mengikuti perkuliahan di Jerman, Habibie bertemu dengan sekelompok pemuda yang bertitel Laskar Pelajar.
Para mahasiswa kiriman Soekarno dari Laskar Pelajar sebagai hadiah atas jasanya dalam melawan Belanda. Menggunakan hak belajarnya di Belanda dengan ketidakseriusan yang melibatkan rasa tinggi hati karena telah membela negara. Malas berdiskusi tentang negara dan mendahulukan hiburan bagi diri pribadi.
Sebuah cerminan mengenai pola sosial pemuda Indonesia masa kini, yang sudah menjamut dan terbagi menjadi beberapa golongan lagi yang semakin kolot untuk memahami arti mahasiswa itu sendiri.
Keteladanan Habibie sebagai pemuda yang diperankan oleh Reza, sebagai mahasiswa yang kritis, pemberani, cerdas dan berakhlak baik, cukup membuat getaran bagi Indonesia. Satu getaran yang seketika diredam, tidak bisa menggerakkan setitik debupun. Dibutuhkan lebih dari satu getaran agar mampu menerbangkan ribuan debu yang menutupi.
Kelebihan yang ada dalam film ini adalah tentang penggambaran tokoh tokoh dalam film Rudy Habibie yang akurat dan memberikan kesan mendalam tentang sebuah perjuangan dalam mencintai Negeri sendiri.