Dua semester lalu, masih ada aroma dari mata kuliah dengan seorang dosen wanita yang kurasa jagoan dalam hal mendidik mahasiswanya.
Konseling multikultural.
Bisa kebayang sedikit gambaran materi dan bahasan di dalam kelas ini?
Untuk beberapa orang, ini bisa disebut "perang pikiran", karena perlu kembali menarik, merobek, mendempul, menyangrai, banyak materi ilmu dan pemahaman yang sebelumnya seseorang miliki.
Pada kelas ini, calon konselor diharapkan untuk memiliki jiwa penerimaan yang besar atas perbedaan dalam segi apapun, termasuk pola pikir masyarakat umum, yang masih belum memiliki patokan benar-salahnya.
Banyak,
Banyak materi yang menarik dibahas disini, teknik mengajar, konsep kelas, konsep tugas, proses dalam kelas menjadi hal menarik untuk di tilik ulang dalam bentuk tulisan macem ni~
Ok, aku tuh mau bahas salah satu materi.
Materi kelas sosial.
Kelas di bagi 2 kelompok sejak awal, pro dan kontra. Tiba-tiba kita membentuk kelas menjadi area berdebat.
Kelasnya terlalu besar menurut saya, kelompok besar mempersulit diskusi kelompok dalam meramu jawaban dan argumen, saya rasa tujuan metode belum tercapai, tapi sangat sukses untuk menghadirkan suasana kelas yang menarik.
Kembali ke materi,
Sebelumnya, dosen mengajak kami saling memberi pendapat tentang dua kata tersebut, "Kelas Sosial"
(Akan dilanjutkan)
Konseling multikultural.
Bisa kebayang sedikit gambaran materi dan bahasan di dalam kelas ini?
Untuk beberapa orang, ini bisa disebut "perang pikiran", karena perlu kembali menarik, merobek, mendempul, menyangrai, banyak materi ilmu dan pemahaman yang sebelumnya seseorang miliki.
Pada kelas ini, calon konselor diharapkan untuk memiliki jiwa penerimaan yang besar atas perbedaan dalam segi apapun, termasuk pola pikir masyarakat umum, yang masih belum memiliki patokan benar-salahnya.
Banyak,
Banyak materi yang menarik dibahas disini, teknik mengajar, konsep kelas, konsep tugas, proses dalam kelas menjadi hal menarik untuk di tilik ulang dalam bentuk tulisan macem ni~
Ok, aku tuh mau bahas salah satu materi.
Materi kelas sosial.
Kelas di bagi 2 kelompok sejak awal, pro dan kontra. Tiba-tiba kita membentuk kelas menjadi area berdebat.
Kelasnya terlalu besar menurut saya, kelompok besar mempersulit diskusi kelompok dalam meramu jawaban dan argumen, saya rasa tujuan metode belum tercapai, tapi sangat sukses untuk menghadirkan suasana kelas yang menarik.
Kembali ke materi,
Sebelumnya, dosen mengajak kami saling memberi pendapat tentang dua kata tersebut, "Kelas Sosial"
(Akan dilanjutkan)
