My fans

24 Mar 2017

Siang Itu


Mungkin hujan, sepertinya
Ketika satu dua tetes hangat menerpa wajahku
Malas terperanjat,
Hematku, romansa ini adalah tentang aku dan langit
Memandang gumpalan awan yang tersipu
Beralaskan rerumputan taman belakang
Berandai, agar detik melenggak lebih lambat
Agar rinduku mengepul dan terjaring lapisan awan

Ah, semakin basah..
Hujan disiang hari yang hangat yang mulai lebat
Malas menyadari,
Tetap tergeletak menengadah, menikmati
Irama gelak tawa hujan yang tak tergapai

Temani aku hujan,
Duduklah sejenak disisiku..
Menemani aku yang terlalu malas,
Untuk merindu..

18 Mar 2017

Konsep

Ada sebuah pabrik,
pabrik mandiri yang dijalani oleh seorang kepala produksi, dan pegawai yang silih berganti mengisi dan menjalani rutinitas di dalam pabrik.

Pabrik itu tak besar, pun tak kecil
berdiameter sekitar 15-20
Pabrik hanya memproduksi satu hal, namun dia bekerjasama dengan pabrik mikro lain dengan sebuah hubungan yang rumit.

Sebut saja ini adalah pabrik inti, dia bertugas memproduksi paket-paket konsep sebagai konsumsi dari tiap pabrik mikro.
Manual, bahkan kepala produksi seringkali bekerja sendiri ketika pegawai malas bekerja, atau.. dia sendiri malas mengundang para pegawai datang tanpa kemauannya sendiri.

Produknya adalah sebuah paket yang berisi berbagai barang yang dibutuhkan konsumen, meskipun terkadang diisi dengan barang yang terlihat sesuai menurut sudut pandang pekerja dalam pabrik itu. Barang yang sudah disusun sesuai analisis kebutuhan dan berbagai pertimbangan konsumen dan produsen, mendapat sentuhan akhir, yaitu pembuhkusan dengan bahan terpilih, butuh berhari-hari hanya untuk membungkusnya.

Ribuat partikel atom kecil dikumpulkan untuk melapisi di awal, kemudian diberi cairan batu cair yang dibekukan dan terakhir, kerangka dengan pita berwarna yang disesuaikan dengan produk. Kerangka itu terbuat dari daging tanpa darah yang di ikat dengan untaian fiber berwarna transparan.

Produk itu bernama, konsep.

Kepala produksi menyadari, bahwa banyak hal yang harus dikembangkan dari pabrik, seperti jenis paket, jumlah isi paket, estimasi waktu, pemasaran, komponen paket, dan gaji pegawai.

Selagi bekerja, kepala pabrik selalu memikirkan kemungkinan cacat dalam pabrik, dan solusi memperbaiki yang dilakukan secara perlahan dan kasat mata.. sesekali pegawai yang menyadarinya, ikut berfikir dan bersolusi.. namun sangat terbatas. Pun waktu bercakap dirasa tak pernah pas.

Seringkali ada konsumen yang komplain mengenai produk, bahkan tak jarang pegawaipun ikut komplain.
Kebiasaan kepala pabrik yang tidak suka menjelaskan sesuatu, karena dia sadar.. kata-katanya seringkali keliru dengan apa yang difikirkan, pun dia memikirkan kemungkinan jawaban dari konsumen.

Komplain tidak cukup, atau terkadang ada konsumen yang malas berkomplain dan bertanya tanya saja dalam diri.
Mereka mendatangi tumpukan paket yang sudah rapih, dan membuka paksa tanpa konfirmasi dari kepala produksi.

Usaha berhari-hari, lenyap dengan usaha buka paksa selama beberapa jam.
Menyisakan retakan besar yang menganga dari lapis paket kedua, bersiap membuka paksa lapis terdasar.

Dar.
Satu pabrik dipenuhi asap hitam putih polkadot yang bergerak zig zag.
selama beberapa jam sistem dalam pabrik berhenti, para konsumen menghilang tanpa jejak, meniggalkan kerusakan atas satu dua paket yang mereka rusak.

Beberapa dari mereka, sebenarnya hanya bayangan atas mereka. Dan ternyata, sebagian lainnya, adalah pegawai yang sebelumnya membantu ketua pabrik dalam berfikir dan mencari solusi terbaik untuk produk.

Selang beberapa minggu, pabrik tetap berjalan dangan tenang..
terlalalu tenang,
ketika kepala produk memilih bekerja hingga larut, untuk melupakan..
tetap untuk melupakan, tumpukan konsep terdalam, yang disembunyikan dalam sebuah peti, yang kuncinyapun di paketkan.

Kepala pabrik memilih terus bekerja, sendiri saja tak masalah katanya.. sebab kontrak kerja dengan pemilih pabrik masih ada..
katanya menguatkan, "Produksi sebanyaknya tak apa, asal tak ada pabrik mikro yang kekurangan.. tak ada konsumen yang kecewa".

Beberapa kali pabrik meledak, ah tidak, hanya sekali ledakan besar. Hingga memicu kerusakan sistem yang bisa mengeluarkan gas asam yang memaksa kepala produksi berdiam diluar pabrik.

Masih mengharapkan kebaikan
Tapi entahlah,
kepala produksi masih bertanya..
sampai kapan?

11 Mar 2017

Aku suka kamu

Tentang rasa sayang,
lebih mudah merasakan getarannya dalam satu bayangan, ya.. lebih mudah merasakan ketika sendiri
sedikit menyedihkan untuk tidak bisa ikut merasa ketika bersama,
seringkali membayangkan,

mungkin akan menjadi hal indah ketika kita menangis dan bahagia bersama

Hanya sebongkah batu yang kaku, itu aku
seringkali berusaha mengatakan
Aku suka cramu, aku suka kamu.

Tiap garis daun menyadari sulitnya aku bermaafan dengan ego, gengsi tepatnya.
Namun mereka lebih mudah berguguran dengan cepat

Aku suka kamu,
jujur saja..
ini bukan tentang cinta, ini adalah.. buah manis dari ukhuwah

Bersaudara adalah tehnik yang unik dalam belajar arti kehidupan,
memahami sebuah interaksi,
memahami tiap kalimat antar aku dan kamu,
memahami goresan hati yang tercuit dalam secarik tulisan

Tehnik berkehidupan kurasa.

Terlalu lama sendiri,
seperti dalam ruang gelap dengan satu pencahayaan di tanganku,
mudah saja melangkah, mudah saja merasa, mudah saja belajar dengan satu sorot cahaya

Tapi nyatanya ada yang lebih menarik,
tentang tiap cerita diamana aku bersua dengan cahaya lain..
menyadarkan bahwa langkahku terlalu minimalis,
Bahkan hanya satu buku dalam genggaman,
sedang disisi kanan tertumpuk ribuan buku yang tak tersentuh

Aku suka kamu,
tentang setiap kesan kita bertemu dan bercakap
tentang kata-katamu yang tersirat
Jangan takut wap, kutunjukkan caramu melangkah

Dalam diam kukatakkan,
nyatanya kususka kebersamaan..
mengingatkanku untuk melupakan
tentang sesuatu yang melelahkan,
tentang sesuatu yang menyakitkan,
tentang sesuatu yang baiknya tak pernah terucapkan,
tentang pintu kecil yang menyimpan sebuah naskah

Tetaplah menemaniku meski kan terus ada jarak,
meski tak pernah kau tahu
Aku suka kamu
Aku suka caramu..

#MePovEnd



7 Mar 2017

Nonsense

Kembali menekuri sebuah keputusan.
hah.
Inginnya aku terdiam dan tenggelam bersama harapan antara aku dan cermin yang penuh retakan.
Harusnya diam saja.. kan?
Harusnya diam saja.. kan?!

Penuh leha yang nyatanya memangku gerigi beton yang berputar.
Dibutakan rasa iba,
Dibutakan rasa tak kuasa,
Dibutakan rasa tak ada,
Dibutakan rasa bangga,
Dibutakan rasa sayap baru dunia.

Pun sejatinya tak ada yang terbaik.. maka nilai siapa yang kau nanti?
Pun sang bulan tak pernah kau ajak bersua tentang keputusan percikan.
Pun harga mati sang gagah bukan tentang peluh dan kenikmatan bersua manusia.

lalu apa?
pun aku tetap bertanya pada cermin yang retak,
"Untuk apa aku berpijak?"
Disaat dasarnya pun tak ada, disaat bayangannya pun bertolak melarikan diri..
untuk apa?

Persimpangan

Aku menyadari,
sebagai bunga senja..
mereka bunga cahaya yang menemaniku,
akan terkatup perlahan dan kemudian terpekur dalam dunia yang berbeda,
berjumpa sehela dipersimpangan langit merah.

Menjadi hening,
hening dengan ramainya mereka yang terdiam.
Hingga waktu kembali mempertemukan di persimpangan senja,
bersua dengan kata dan rasa.
sekilas saja.. dan kemudian aku terpekur dalam suriku,
diam-diam menanti..
persimpangan, antara aku da kamu.

6 Mar 2017

Klise kah

Sebagian orang, keranjingan dengan yang sebagian lainnya
separuh orang, mati matian mengejar separuh lainnya
indra penangkap gelombang suara kini pandai membaca
sepandai daun mengenal akarnya
serabut kusut terbang bersama angin kering, mengingatkan lagi tentang gulali kemarin sore.
Gulali itu tertambat begitu saja pada senyummu
Berhasil saja ia melengoskan hati wanita paruh baya didepannya hingga terkekeh tanpa pola,
sore itu, gulali menjadi favoritku.