My fans

28 Jul 2020

Sibling rivalry

Jaman SD
Sederhana banget semuanya
Bahkan semua alasan-alasan kenapa tertawa, bahagia, menangis dan marah
Sesederhana itu.

Suatu hari, ada adik kakak, sepasan anak perempuan berjarak 3 tahun.

Sang kakak malu malu kucing ingin disebut manis oleh seseorang, sang adik malu malu harimau ingin ditunjuk cantik. 

Sang kakak melipir ke tomboy, malas dibilang cantik, lebih bahagia disebut manis. Sang adik feminim abis, jaman bocil centil ingin disebut cantik.

Entah siapa yang mulai, bertanyalah ke seorang tetangga.

"Bu, cantikan aku atau kakak?", Tanya sang adik sok acuh.

 "Mbak cantik, adik manis", jawab ibu tetangga optimis.

Bubar.

Kakak dan adik pundung, cari panggung masing-masing sampai waktu yang tak terhitung.

23 Jul 2020

Ada beberapa hal yang susah banget untuk gak disesali.
You know manusia itu dianugrahin hal terindah yang disebut akal.

Tapi sayangnya, dia selalu setia bekerja keras ketika seseorang memikirkannya untuk hal yang baik atau yang buruk.

Friends

Baru sadar,
Gak tau sih, masih samar sebenernya..
Menakar nakar mana yang bener-bener nyata dan bener-bener terasa adanya.

Jadi, Rara biasanya mulai pecah pribadinya ketika ada sesuatu yang orientasinya pertemanan.

Bukan karena temannya buat dia tertekan, temennya jahat, bully dia atau semacamnya.

Tapi tentang sesuatu yang jarang banget anak kecil menyadarinya, ditolak.

Menjadi orang yang tertolak atau gak diterima dalam sosial mungkin sebenernya wajar, dan tertolak itu menandakan bahwa ada hal yang kurang tepat yang perlu diperbaiki. Kan?

Mari kita mulai dengan isu yang masih diingat,
Suatu hari, rara masih di jenjang TK nol kecil, berperawakan kecil, pendiam namun ekspresif. Rara suka melakukan sesuatu hal baru dan cenderung mudah bosan.

Dan di hari itu, dia gak menyadari bahwa dia gak punya teman. Dia hanya bahagia dengan caranya sendiri, bebas ajak ngobrol kanan kiri sekenanya tanpa basa basi.

Satu gadis kecil menghampirinya dan mulai cerita sana sini. Rara dan gadis itu mulai banyak menghabiskan waktu bersama. Dan mereka pun, menolak menghabiskan waktu ketika mereka gak bisa bersenang2.

Suatu hari, di akhir temu.
Rara dan gadis itu bermain ala hujan hujanan dengan semprotan keran di tempat wudhu masjid. Semuanya dinyalakan dan mereka berlarian kesana kesini.

Setelah lelah, mereka berjalan ke kelas.

Guru hanya memerintahkan mereka untuk berjemur sampai kering, mungkin sekarang orang menyebutnya posisi disetrap.

Rara dan gadis itu hanya tertawa dan bercanda, sampai kering.

Itu terakhir, dan rara benar benar gak sadar, sampai beberapa hari kemudian dia gak bertemu lagi dengan gadis itu. Entah kenapa.

Seseorang bilang, "Dia sakit, kamu yang mencelakainya Ra!"

Dan pada suatu hari, entah gimana caranya. Dia tersadar bahwa dia sedang menangis sambil menjerit jerit, di atas jendela kelas.

Seorang guru menghampiri dan meminta rara turun.

Rara yang bingung memilih diam, diapun gak tau gimana turunnya, dan dia gak punya alasan kenapa dia di sana. Dia tetap menangis sampai lelah. Malu, sebenarnya.

(Kesimpulan potongan memori, "satu-satunya teman pergi, dan itu karenanya")

#nanti lanjut lagi