My fans

30 Nov 2016

Tadi, baru saja aku mengulang untuk kesekian kalinya..
mengulang analisis dan analisis mengenai naskah hidupku.
yah, entahlah.

Seperti ada yang menyakitkan setiap mengingatnya. Mengingat rentetan episode dalam hidup.
Menuliskannya dalam selembar kertas, kemudian menganalisis dengan berbagai metode, mengulang-ulang kisah hidupku dalam secarik kertas. Entah siapa yang membaca, seperti apa rautnya saat membaca, serendah apa naskahku nanti dihadapannya.. entah.
Sesekali berharap, ada saja seseorang yang menanyakan naskah hidupku, dan membantuku melewatinya dengan arah.. mendengarkan semua hingga tuntas, kemudian mulai melangkah tanpa bayangan gelap di setiap kaki berpijak.

Well, kenyataannya.. wanita akan spesial dengan rahasia yang ia simpan. Mungkin juga orang orang terlalu sopan untuk tidak memperdulikan hidup orang lain.

Tadi.
Ingat sekali di pelajaran Teori Teknik Konseling, lagi lagi aku harus menulisnya..
menulis naskah hidup dan menganalisisnya.

Entah seberapa berlebihannya aku.
yang kutahu, dipertengahan cerita.. sesak ini semakin memadati dan mencekat. Memaksa tiap rintikan mengalir tanpa permisi..
Sakit.
Sesulit itu aku memaafkan masa lalu..
Bahkan naskah yang basah itu tetap terpampang di sudut tiap ruangan yang kusinggahi.

Entah beberapa menit aku menangis tanpa berfikir, yang kurasa hanya sesak.
Yup haha.. lebay nya diriku~

daann.. teman temanku di ruangan itu asyik mendengarkan dan memilih milih lagu, bernyanyi dan tertawa..
satu hal yang aku fikirkan disaat itu, "Ah, udah biasa"
^^

Menenangkan diri sejenak, dan melangkah untuk dzuhur..
dulu, setiap abis nangis, aku sering bertanya ke orang lain, "keliatan sembab ga?" dan mereka akan berkata tidak atau "yaa matamu emang gitu kan"

soo.. pasti ga bakal ada yang liatin juga, lah siapa juga yang mau liatin waap 😂😂😂

Udah sih gitu aja..
tugas mengancam bak keselek sambel dan jika batuk akan terasa tenggorokan terbakar :v
#demiapahinigapentingbanget

wes

#Me Pov End

21 Nov 2016

Hijrah part 3 (End)

Bismillah..
Assalamu'alaykum kawand kawand reader kuuh~

Jumpa lagi dengan saya dii.. *Jeng jeng jeng jeeeng*
disini aja sih -_-

yup, abaikan.
Kita kembali kepembahasan awal kita..

Wah! Postingan bertitle hijrah sudah episode 2019 😱

.........👻
#Plak (sadar wap) -_-

Ehem,
oke ini adalah part 3 alias part terakhir dari kajian dari analisis saya tanpa menggunakan pedoman asesmen yang releable dan valid, maka bila berjumpa kejanggalan maupun keganjalan maupun kelanjagan atau kelanjagan.. harap maklum dan silahkan komen di larik bagian bawah.

Hijrah,
Tulisan ini berawal dari kata "hijrah yuk" dalam sebuah postingan dari salah satu akun nasihat islami di instagram.
Seperti yang tertera dalam postingan part 1 hingga part 2, sudah saya utarakan tentang pertanyaan saya, dan jawaban dari beberapa pihak dan proses asimilasi dalam renungan tak berfaedah saya..

Meskipun rasanya masih banyak kejanggalan dari perpektif saya, akhirnya saya berusaha merasionalisasikan pikiran tentang, konteks hijrah yang seringkali kita dengar dalam suatu forum, berbeda dengan arti dari 'berpindah ke arah yang lebih baik' namun masih satu rumpun.

Saya masih meyakini bahwa sejatinya kita tak perlu berubah atau berhijrah dalam menaati sunnah dan aturan yang ada, namun dalam hal ini, yang saya yakini adalah.. bahwa menjadi lebih baik adalah realisasi dari pemahaman untuk "Kembali".
Sebuah perjalanan yang berawal dari titik yang disebut asal mula keberadaan kita, kemudian kita berjalan kesuatu arah, misalkan untuk sebuah perjalanan rekreasi..
seperti hidup di dunia yang sementara, mengisinya sementara untuk kemudian kembali. Tanpa pedoman atau dengan pedoman yang minim.. pada akhirnya akan menyesatkan pribadinya sendiri dalam jalan yang salah, dan hanya dapat memikirkan bahwa dia ingin kembali, itupun bila dia tak terjerumus pada kesenangan dunia...

Hanya dengan membaca pedoman yang tepat, dia bisa kembali ke jalan yang sebenarnya menuju titik awal yang menjadi tempat seharusnya kita berada.

Udah gitu sih singkatnya, hasil lamunan tidak jelas saya beberapa bulan lalu..

ending statement
Yuk, kita kembali ke jalan yang benar bersama-sama ^^
Saling mengingatkan.. kemana sih tujuan kita sebenarnya? untuk apa kita kembali?
Yup, tujuan dan tempat kembali kita hanya pada Allah SWT..

-dari orang
yang masih dalam timbunan dosa-

#MeEndPov

18 Nov 2016

Sering

Seringkali..

seringkali melupakan,
apa yang kuharapkan..
apa yang ku inginkan..
apa yang ku perjuangkan..

seringkali melupakan,
apa yang ku nantikan..
apa yang ku rindukan..
apa yang ku fikirkan..

seringkali melupakan,
apa yang ingin
kulupakan..

8 Nov 2016

Lupa

"Sibuk main mulu sama temen barunya niiii"

Satu..
dua..
tiga..

aku terpejam.
Lidah kelu, akal mengeras..
"aku harus menjawab apa?"

Melangkah meninggalkan gedung kuliah sambil berdemam,
"Mengapa tak hujan lebat saja? agar payung ini mampu menelan wajahku sampai kotakku kembali"

Tidak, bukan yang baru terlihat sombong..
menyadari bahwa aku yang bersembunyi, lelah.
Masa lalu tak semudah noda pensil yang bisa segera dihapus.. bahkan pensil bisa terhapus dengan sendirnya..
bukan.

Lelah benar menjadi diam dan terjeruji dalam benci.
Lelah benar. Iya, aku serendah itu.

Merasa tak mampu menjalin arti dari ukhuwah sejati..
24 jam mati dalam detik.
Aku lupa.
Aku lupa teman siapa..
Aku lupa pernah dianggap sahabat..
Aku lupa apa itu bersama..

Tak begitu menyenangkan menceritakan noda ini.
Entah rasanya ada yang berat.
Rasanya, gelas ini tak begitu kokoh..

Hanya seseorang yang bisa mendadak bahagia saat berjumpa orang yang dikenal, meskipun sekejap, meskipun sekilas..

Masih berjalan..
diatas jembatan layang pemuda.
menatap kepadatan yang kosong..
Kosong melompong.
setiap harinya..

Ini mungkin,
yang membuatku lupa,
untuk merasakan arti bersama..