Tadi, baru saja aku mengulang untuk kesekian kalinya..
mengulang analisis dan analisis mengenai naskah hidupku.
yah, entahlah.
Seperti ada yang menyakitkan setiap mengingatnya. Mengingat rentetan episode dalam hidup.
Menuliskannya dalam selembar kertas, kemudian menganalisis dengan berbagai metode, mengulang-ulang kisah hidupku dalam secarik kertas. Entah siapa yang membaca, seperti apa rautnya saat membaca, serendah apa naskahku nanti dihadapannya.. entah.
Sesekali berharap, ada saja seseorang yang menanyakan naskah hidupku, dan membantuku melewatinya dengan arah.. mendengarkan semua hingga tuntas, kemudian mulai melangkah tanpa bayangan gelap di setiap kaki berpijak.
Well, kenyataannya.. wanita akan spesial dengan rahasia yang ia simpan. Mungkin juga orang orang terlalu sopan untuk tidak memperdulikan hidup orang lain.
Tadi.
Ingat sekali di pelajaran Teori Teknik Konseling, lagi lagi aku harus menulisnya..
menulis naskah hidup dan menganalisisnya.
Entah seberapa berlebihannya aku.
yang kutahu, dipertengahan cerita.. sesak ini semakin memadati dan mencekat. Memaksa tiap rintikan mengalir tanpa permisi..
Sakit.
Sesulit itu aku memaafkan masa lalu..
Bahkan naskah yang basah itu tetap terpampang di sudut tiap ruangan yang kusinggahi.
Entah beberapa menit aku menangis tanpa berfikir, yang kurasa hanya sesak.
Yup haha.. lebay nya diriku~
daann.. teman temanku di ruangan itu asyik mendengarkan dan memilih milih lagu, bernyanyi dan tertawa..
satu hal yang aku fikirkan disaat itu, "Ah, udah biasa"
^^
Menenangkan diri sejenak, dan melangkah untuk dzuhur..
dulu, setiap abis nangis, aku sering bertanya ke orang lain, "keliatan sembab ga?" dan mereka akan berkata tidak atau "yaa matamu emang gitu kan"
soo.. pasti ga bakal ada yang liatin juga, lah siapa juga yang mau liatin waap 😂😂😂
Udah sih gitu aja..
tugas mengancam bak keselek sambel dan jika batuk akan terasa tenggorokan terbakar :v
#demiapahinigapentingbanget
wes
#Me Pov End