My fans

25 Des 2016

Kind of People

Ini bukan tentang apa-apa,
ini sekedar pemikiran di tengah malam bersama deruman angkot arah ciputat yang nantinya menghentikanku di curug topik.

Selalu ada orang baik di dunia.
Orang yang selalu dikelilingi orang baik..
Orang yang dididik oleh orang baik
Orang yang memiliki cerita orang baik yang selalu saja menggoreskan kesan
Orang yang berperangai sangat baik,
Orang yang mampu membaikkan dirinya disetiap kesempatan..

dan sebagai pengakhir gambaran ini,
Seringkali ada
orang yang terbungkus dengan cantik oleh berbagai kebaikan itu..

see?
Nyatanya banyak orang yang bisa menyegarkan pikiranmu saat bersama orang baik.
Meskipun sering saja tertanam dalam benak,
dengan sadar, hanya bisa membatasi arti sebuah pertemanan karena diri yang jauh dari hal baik..
hehe

by the way,
tadi sesuatu banget..
turun bis langsung memoles aspal dengan sedikit sisa makanan di perut,
dan turun dari kang ojek.. hanya mampu meratapi gerbang yang tertutup, alias udah digembok ._______.

Cape, lelah, ngantuk, eh nggk deng
mager aja besok harus ke kampus lagi~
Tapiii... masih ada tanggung jawab yang dengan bodohnya terlalaikan oleh pertimbangan yang tidak bisa dipertanggung jawabkan ^^
Lah emotnya~

Seneng bisa denger banyak dari kakak yang selalu menginspirasi, yang nyatanya ia hanya orang yang penuh kebaikan.. insyaAllah
Meskipun diri ini lagi lagi hanya mampu membisu dengan berbagai ekspresi tak berfaedah~
well, ternyata ini adalah sebuah kebiasaan..

meet up sama anak GF yang nyatanya empal dem dem dem banget, you know GF?
Pasukan hijau~ segelintir makhluk mamalia yang seringkali berceloteh tentang isu isu serius hingga hal mengerikan yang diserius seriuskan.
Suka dengan ke-pure-an mereka.
namun apa daya..
daku hanya seseorang yang terlalu cemen untuk sebuah kebisingan, gerakkan atau bersuara di dalam kebisingan semakin memperburuk penyakit alakadabra ini~

Menjaga ekspresi agar tak menarik banyak syaraf, dan menahan suara agar... yaa gitu aja sih, sama aja.

Sebut saja saya anti sosial, sebut saja saya cupu, sebut saja saya kek bukan nax mudha~ well.. hanya mencoba tidag memvervuruk keadaan yang sudah keruh di dalam muara ini #nunjuk hatiy

Soo...
Selamat malam minggu ^^
hope you all enjoy your holiday *kalo udah uas*
Disini aku seperti ini saja. Sebagai seseorang tanpa cerita.. tanpa hal baik.. tanpa naluri manusia yang ekselen en komprehensip~

#Bukan orang yang berharap untuk di maklumi, cukup jadika aku sebagai... orang.

#MePovEnd

24 Des 2016

Rintikan yang Nyatanya Hilang

Hai,
Berjumpa di kumpulan goresan warna ku.

Nuansa di hari-hari ini berisi dengan berbagai kampanye dengan propaganda yang bervariasi.
Seruan coblos nomer anu dan anu yang memiliki warna dan temanya sendiri, menghiasi miniatur negara ini, ataupun negara besarku ini.

Hingga hari ini masih saja aku memilih diam. Lagi-lagi mengalah pada rasa lelah dan malas mengolah kesan disetiap detik ini.

Lagi lagi pelatihan dengan konsep yang tak jauh beda berlangsung secara berkala di setiap fakultasnya. Lagi?
iya. Kukatakkan ini bak lingkaran kotak berbentuk segitiga yang tak pernah bertemu mana awal dan akhirnya.
Apa arti yang sebenarnya diharapkan. Hingga akhirnya birokrasi dengan cakar halusnya yang tertancap dengan semena-menanya tetap berlenggok di panggung drama.
Membawa koaran dalam pencapaian kebaikan namun terus saja membawa lagu lama.

Bukan rahasia lagi bila permainan iblis berbentuk kertas yang dengan bangganya dijilat oleh para penyantap dunia.

Hmmmmm....
Masih.
Dengan malu menyadari,
bahwa aku masih saja terdiam dibalik rintikan ku.
Hahaha
Apa pula harapan Indonesia?
Katakan saja, rinduku kini terburai sejak lalu bersama rintikan yang diam.
Lama sudah kuyakini..

Rintik itu, Nyatanya sudah hilang..

Ini tentang rasa malu ku
bersama berbagai haluan angin yang diam.

#PovEnd

19 Des 2016

Another Rain

Saat berjalan ditengah hujan,
mungkin akan terasa sejuk dan sedikit dingin..
Langkah-langkah yang membawa genangan kecil yang akan terburai kemudian..

Suatu waktu
aku menyadari,
Bahwa nyatanya aku hanya terdiam ditengah hujan
dan kemudian diam-diam melebur bersama rintikannya..

cause
it's just
another rain..

#epilog

10 Des 2016

Pak Ikhsan

Ohayo!
Assalamu'alaykum guys

Malem minggu nih, kemana aja?
well.. pasti pada sama cingu cingunya yakk.. happy holiday buat yang kumpul bareng keluarganyaa.. semangat juga buat yang sama cemiwiwnya biar cepet putus #eh,
trus dihalalin secepatnyaa ^^

Buat yang masih jomblo! well.. ga ada orang yang bener bener jomblo kok, kecuali kalian yang... titik titik titik.

Okeeeeyy ini mau ngomongin apa yah
ohiya, Pak Ikhsan!
siapa sih?
cemiwiw ku? om? bapak? tetangga?
yup.
Gak ada yang bener..
jadiii... pak ikhsan ituuuu.. adalaah..
#lagu pembukaan lima menit

Tsah~
Bapak kos pertama ku ^^

hmm..
hmm..
hmm..

jadi, faedahnya apa ya?

😁 mola~

#skip

yaak, jadi.. bapak ini pemilik kos pertamaku, berletak di *tiiit jalan *tiiit setengah jam kalo jalan cepet ke kampus
jauh ga? wkwk mayan lah.

Bapak ini, adalah.. bapak yang bukan istri dari seorang suami. Ia adalah lelaki paruh baya sekitar 60-an. Selalu memakai baju koko, lengkap dengan sarung dan kopiah putih.. kalo baru pulang siang, biasanya bapak ada di suraunya atau duduk di kursi tamu depan rumah.

Membaca sesuatu, berdzikir atau bercakap dengan tamu bapak itu hal yang sering jadi pemandangan ku jika baru pulang atau pergi kosan.

Setiap jam 10, selalu rajin menggembok pagar terdepan kos.

kata yang sering ku dengar jika keluar dan masuk kos saat awal ngekos itu, "Lampunya jangan lupa dimatiin kalo keluar!" "Sandal/sepatunya langsung tatuh di rak!" "sandalnya dilepas kalo masuk tempat cuci" "itu setrikanya jangan digituin kalo dipake" begitu terus sampai aku bosan dan jarang melakukan kesalahan yang dulu ku anggap sepele. Jujur saja saat-saat itu terasa menyebalkan. Biasa anak muda :v

Saat tetanggaku meminta izin untuk memberikan nomer hp umiku pada beliau langsung saja tanpa ragu kuberikan.

Suatu hari, sebut saja aku kecewa.
Beliau dengan teganya membiarkan temanku pulang ke tangerang meskipun sudah larut tanpa iba sedikitpun. Beberapa hari tidak menyapa, begitu sebal jika melihat sosoknya.
Dan... lambat laun aku membiarkan diriku kembali seperti biasa.
Menyadari, kesalahannya terjadi karena kebodohanku. Menyadari peraturan bahwa tak boleh membawa org lain menginap, dan aku berfikir si bapak mungkin bisa dinego jika melihat sudah malam. Hmm..

itu sedikit rangkuman yang membuatku memiliki kesan pada beliau, bapak yang menyebalkan, tegas, cerewet, dan bla bla bla tentang fikiranku dulu.

Beberapa waktu setelah masa MPA berlalu, aku berjalan ke kosan dengan rasa tanpa rasa.. bingung, sakit, dan.. entahlah. Baru saja aku menghadiri pemakaman kakak tingkat yang sudah ku anggap sangat dekat, orang pertama yang membuatku merasa tidak sendiri dan membuatku sedikit melupakan ketakutanku masuk kuliah.
Aku masuk kos dengan wajah yang kubuat tersenyum saat bertemu bapak.
Menyapanya, dan langsung memasuki kamar.
Terduduk.
Merasa ada yang hampa..
lagi-lagi aku membodohi diri.
Kenapa aku tadi datang? siapa aku? bahkan lebih banyak orang terdekatnya yang menyayanginya namun yang kupikirkan hanya sakitku. Begitu banyak orang yang lebih lama berteman dan menyayanginya.
Hanya menatap yang bisa kulakukan.
Bingung. Tanpa rasa.
Memikirkan betapa singkatnya..
Betapa jahatnya aku mengirim pesan terakhir seperti "maaf ka salah kirim" yang sebenarnya hanya caper :v
Ketika ia menjawab sedang sakit karena tidak ikut acara yang ia janji datang, aku menjawab singkat karena kecewa.
Ya, dia.. sudah ku anggap kakak.

Satu dua tetes akhirnya keluar,
tetapi segera ku hapus saat terdengar suara bapak. "Wafaa.. sepatumu masukin itu!" Deg, ah.. sepatu!
Aku keluar dan mengambilnya, daan..
bapak mengatakan nasehat yang cukup panjang dengan nada sulawesinya.
Tak apa, aku yang salah. Ku bawa sepatu itu dan meletakkannya di rak.

Kembali masuk kamar, dan memegang hp. Satu dua pesan ku kirimkan ke nomer "kakakku" masih berharap ada seseorang yang membalasnya..

Kemudian diam,
menetes lagi.. tersekat. Sakit.
Tetangga kamarku belum ada yang datang. Tak ada suara bapakpun.
Dan.. aku menangis. Mengeluarkan semua rasa sakit. Lama.. beberapa kali berhenti saat sadar semua sudah berlalu, kemudian terasa sakit lagi, dan menangis lagi.. hah, cengengnya diriku :'(
Sekejap berhenti saat mendengar tapak kaki dan suara pintu dari tetanggaku.
Kemudian terlelap, lelah.

Esoknya, beliau berkata karena sesuatu hal yang mungkin kulupakan, atau tiba-tiba ia berkata, "Wafa, jadi wanita harus kuat! bapak ingetin sepatu dan sering ngingetin kamu agar bla bla bla bla.."
beliau tiba2 menerangkan alasan ia membuat peraturan..

Bingung. Aku hanya mengiyakannya dan bergegas keluar.

Beberapa hari setelahnya, tiba tiba abiku menanyakan kabar.
Sedikit terkejut, karena itu hal yang sangat langka. Bertanya apakah ada masalah dengan bapak kos.
Bapak menelpon rumah dengan nadanya yang seperti marah-marah menanyakan apakah ada masalah denganku dirumah, menanyakan kenapa aku tak kunjung pulang kerumah, dan.. bercerita bahwa aku menangis dengan suara yang terdengar hingga keluar.

Ah.. ternyata bapak dengar.
dan.. entah mengapa aku seketika menyayangi bapak seperti kakekku sendiri.

Di awal semester 2, aku memutuskan pindah karena menghindari tuntutan bapak untuk mencari teman kos untuk mengisi kuota kamarku yang memang untuk 2 orang.
Aku pergi, dengan beberapa kekecewaan pada bapak, karena.. beberapa hal yang sulit ku sampaikan.

Jadi... untuk apa aku menulis ini?
entahlah, aku hanya sedikit rindu dengan bapak. dengan.. "kakek ku"

#MeEndPov

30 Nov 2016

Tadi, baru saja aku mengulang untuk kesekian kalinya..
mengulang analisis dan analisis mengenai naskah hidupku.
yah, entahlah.

Seperti ada yang menyakitkan setiap mengingatnya. Mengingat rentetan episode dalam hidup.
Menuliskannya dalam selembar kertas, kemudian menganalisis dengan berbagai metode, mengulang-ulang kisah hidupku dalam secarik kertas. Entah siapa yang membaca, seperti apa rautnya saat membaca, serendah apa naskahku nanti dihadapannya.. entah.
Sesekali berharap, ada saja seseorang yang menanyakan naskah hidupku, dan membantuku melewatinya dengan arah.. mendengarkan semua hingga tuntas, kemudian mulai melangkah tanpa bayangan gelap di setiap kaki berpijak.

Well, kenyataannya.. wanita akan spesial dengan rahasia yang ia simpan. Mungkin juga orang orang terlalu sopan untuk tidak memperdulikan hidup orang lain.

Tadi.
Ingat sekali di pelajaran Teori Teknik Konseling, lagi lagi aku harus menulisnya..
menulis naskah hidup dan menganalisisnya.

Entah seberapa berlebihannya aku.
yang kutahu, dipertengahan cerita.. sesak ini semakin memadati dan mencekat. Memaksa tiap rintikan mengalir tanpa permisi..
Sakit.
Sesulit itu aku memaafkan masa lalu..
Bahkan naskah yang basah itu tetap terpampang di sudut tiap ruangan yang kusinggahi.

Entah beberapa menit aku menangis tanpa berfikir, yang kurasa hanya sesak.
Yup haha.. lebay nya diriku~

daann.. teman temanku di ruangan itu asyik mendengarkan dan memilih milih lagu, bernyanyi dan tertawa..
satu hal yang aku fikirkan disaat itu, "Ah, udah biasa"
^^

Menenangkan diri sejenak, dan melangkah untuk dzuhur..
dulu, setiap abis nangis, aku sering bertanya ke orang lain, "keliatan sembab ga?" dan mereka akan berkata tidak atau "yaa matamu emang gitu kan"

soo.. pasti ga bakal ada yang liatin juga, lah siapa juga yang mau liatin waap 😂😂😂

Udah sih gitu aja..
tugas mengancam bak keselek sambel dan jika batuk akan terasa tenggorokan terbakar :v
#demiapahinigapentingbanget

wes

#Me Pov End

21 Nov 2016

Hijrah part 3 (End)

Bismillah..
Assalamu'alaykum kawand kawand reader kuuh~

Jumpa lagi dengan saya dii.. *Jeng jeng jeng jeeeng*
disini aja sih -_-

yup, abaikan.
Kita kembali kepembahasan awal kita..

Wah! Postingan bertitle hijrah sudah episode 2019 😱

.........👻
#Plak (sadar wap) -_-

Ehem,
oke ini adalah part 3 alias part terakhir dari kajian dari analisis saya tanpa menggunakan pedoman asesmen yang releable dan valid, maka bila berjumpa kejanggalan maupun keganjalan maupun kelanjagan atau kelanjagan.. harap maklum dan silahkan komen di larik bagian bawah.

Hijrah,
Tulisan ini berawal dari kata "hijrah yuk" dalam sebuah postingan dari salah satu akun nasihat islami di instagram.
Seperti yang tertera dalam postingan part 1 hingga part 2, sudah saya utarakan tentang pertanyaan saya, dan jawaban dari beberapa pihak dan proses asimilasi dalam renungan tak berfaedah saya..

Meskipun rasanya masih banyak kejanggalan dari perpektif saya, akhirnya saya berusaha merasionalisasikan pikiran tentang, konteks hijrah yang seringkali kita dengar dalam suatu forum, berbeda dengan arti dari 'berpindah ke arah yang lebih baik' namun masih satu rumpun.

Saya masih meyakini bahwa sejatinya kita tak perlu berubah atau berhijrah dalam menaati sunnah dan aturan yang ada, namun dalam hal ini, yang saya yakini adalah.. bahwa menjadi lebih baik adalah realisasi dari pemahaman untuk "Kembali".
Sebuah perjalanan yang berawal dari titik yang disebut asal mula keberadaan kita, kemudian kita berjalan kesuatu arah, misalkan untuk sebuah perjalanan rekreasi..
seperti hidup di dunia yang sementara, mengisinya sementara untuk kemudian kembali. Tanpa pedoman atau dengan pedoman yang minim.. pada akhirnya akan menyesatkan pribadinya sendiri dalam jalan yang salah, dan hanya dapat memikirkan bahwa dia ingin kembali, itupun bila dia tak terjerumus pada kesenangan dunia...

Hanya dengan membaca pedoman yang tepat, dia bisa kembali ke jalan yang sebenarnya menuju titik awal yang menjadi tempat seharusnya kita berada.

Udah gitu sih singkatnya, hasil lamunan tidak jelas saya beberapa bulan lalu..

ending statement
Yuk, kita kembali ke jalan yang benar bersama-sama ^^
Saling mengingatkan.. kemana sih tujuan kita sebenarnya? untuk apa kita kembali?
Yup, tujuan dan tempat kembali kita hanya pada Allah SWT..

-dari orang
yang masih dalam timbunan dosa-

#MeEndPov

18 Nov 2016

Sering

Seringkali..

seringkali melupakan,
apa yang kuharapkan..
apa yang ku inginkan..
apa yang ku perjuangkan..

seringkali melupakan,
apa yang ku nantikan..
apa yang ku rindukan..
apa yang ku fikirkan..

seringkali melupakan,
apa yang ingin
kulupakan..

8 Nov 2016

Lupa

"Sibuk main mulu sama temen barunya niiii"

Satu..
dua..
tiga..

aku terpejam.
Lidah kelu, akal mengeras..
"aku harus menjawab apa?"

Melangkah meninggalkan gedung kuliah sambil berdemam,
"Mengapa tak hujan lebat saja? agar payung ini mampu menelan wajahku sampai kotakku kembali"

Tidak, bukan yang baru terlihat sombong..
menyadari bahwa aku yang bersembunyi, lelah.
Masa lalu tak semudah noda pensil yang bisa segera dihapus.. bahkan pensil bisa terhapus dengan sendirnya..
bukan.

Lelah benar menjadi diam dan terjeruji dalam benci.
Lelah benar. Iya, aku serendah itu.

Merasa tak mampu menjalin arti dari ukhuwah sejati..
24 jam mati dalam detik.
Aku lupa.
Aku lupa teman siapa..
Aku lupa pernah dianggap sahabat..
Aku lupa apa itu bersama..

Tak begitu menyenangkan menceritakan noda ini.
Entah rasanya ada yang berat.
Rasanya, gelas ini tak begitu kokoh..

Hanya seseorang yang bisa mendadak bahagia saat berjumpa orang yang dikenal, meskipun sekejap, meskipun sekilas..

Masih berjalan..
diatas jembatan layang pemuda.
menatap kepadatan yang kosong..
Kosong melompong.
setiap harinya..

Ini mungkin,
yang membuatku lupa,
untuk merasakan arti bersama..

22 Okt 2016

Peran Kosong

Seperti dalam sebuah pementasan drama..
dimana menggenggam dan menghafal sebuah naskah adalah tugas wajib setiap pemeran.
Saat 10 menit lagi drama akan dimulai, baru aku sadari.


Uktubar 19 went to 19

hai

selamat malam guys..

Ada seseorang yang bilang "Kebahagiaan itu ada batasnya"
Tapi yang ku tahu.. ada beberapa jenis, yang punya batasan sendiri.. bahkan sebelum mwncapai kebahagiaan itu sendiri..

Ah, tentang kebahagiaan..

Tiga hari yang lalu, aku mengulang tanggal dan bulan kelahiran..
19 jadi angka yang begitu menarik dan Oktober selalu punya hawa yang misterius, ya gak sih? hoho~

Setiap tahun, harapanku selalu sama..
aku selalu membayangkan sesuatu yang berbeda, dan hal itu terjadi secara konstan dalam hidup.

^^ hoho~
betapa membosankan untuk mendengar harapan ini.

Mungkin aku hanya seseorang yang begitu lemah untuk bersyukur, ya.. selalu mengharapkan sesuatu yang berbeda.

Membayangkan setiap kemungkinan yang mengejutkan dan mewarnai hariku dengan setiap perbedaan.. mungkin ini kebahagiaan yang ku inginkan.
Ya, aku tak tahu seperti apa yang bisa membuatku benar benar bahagia.. yang ku tahu, aku merindukan setiap kejutan itu.
Meskipun cuma setahun sekali.. ^^

Ahh~ diriku yang banyak berharap~~~

......
Setiap harapanku yang jauh dari terkabul, terkadang kalimat "Aku tak tahu apa ini musibah atau anugrah, tapi aku berprasangka baik pada Allah SWT" _ mempengaruhiku untuk tersenyup disetiap keadaan.

Semoga Allah selalu punya rencana terbaik, untukku, untukmu, dan untuk mereka...

Selamat datang 19 tahun ^^
Semoga Yang Kuasa selalu memberkahiku di setiap keadaan ^^

daaannnnnn....
makasih buat yang udah ndo'ain akuu..
buat sahabatku, keluargaku, bosku, dan teman-temanku..

meskipun aku masih belum tahu arti persaudaraan.. arti keindahan dari keluarga.
meskipun aku masih belum tahu arti persabatan.. arti persatuan dari menjadi sahabat yang baik.
meskipun aku measih belum tahu arti pertemanan.. arti saling berkasih tanpa ada apanya.

bagiku, menjadi 19 adalah keistimewaan.. karena.. kan udah ku bilang 19 itu istimewa ^^

yosshh!
tadinya mau nulis tentang kegalauan yang lagi kurasa sekarang..
tapi nginget nginget orang orang yang PC aku dan ngucapin selamat 'menjadi muda'_ultah_,  jadi keinget senengnya ^^

kemarin kemarin ngebayangin mau nulis apa tentang kegalauan beberapa hari ini.. sampe nangis sendiri wkwkwk

tapiiii.. akhirnya yang ketulis ini ^^

semoga (lagi) kebahagiaan ini, jadi salah satu yang dapet pengecualian buat punya 'batasan'..

aamiin.. aamiin..
Allahumma Aamin..

#Me Pov END
#Bye 18

Hijrah part 2

Yossshhh!
Sekarang malam minggu..
22.10.16

Berlanjut lagi tulisan mengani 'Hijrah'
Temenku bilang.. setelah kuutarakan apa yang ada di benakku tentang hijrah,
She said "Beda konteks"

Waaw..
kenapa waw?
karena... itu ngebuka pikiran ku sedikit buat ngebentuk opsi baru mengenai Hijrah.

Mmmm..
Emang awalnya kamu mikir apa wap?
*Ceritanya ada yang nannya*

Jadi gini, Hijrah is mean berpindah.
Dimana kita berpindah dari suatu tempat ke tempat yang lain.. yang lebih baik. kan? persempit aja jadi, berpindah menuju sesuatu yang lebih baik.

Pada sebuah acara, di bulan Ramadhan kalo gak salah..
seorang ustad kaya nyentil pikiranku tentang 'Alien'

Loh kok alien?

yup.
"Alien itu apa sih?", Tanya beliau.
"Makhluk asing... yang katanya dari luar planet bumi, kan?"
_Aku masih sibuk berfikir kalo alien itu gak nyata.. dan kalo si bapak bilang nyata, aku gak mau denger lagi.. *udah mulai berprasangka*

"Kalian percaya adanya alien?"
Cuma ada satu yang percaya adanya alien.. karena dia percaya sama bukti2nya.

tapi.. "hehe.. jadi gini, kalian gak ada yang percaya yah.. kecuali kamu.
Sekarang percaya gak, kalo ternyata Alquran bilang, kalo alien itu ada?"

Well disini aku sedikit tertarik.

Seseorang membaca surat Al-Baqarah ayat 30 dan artinya..

"Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui"

Singkat cerita, sang ustad menarik kesimpulan bahwa.. Manusia pertama di bumi saja bukan asli dari Bumi.
Pernahkan kamu mendengar.. "Wahai sekelompok hewan ini dan itu.. buah ini dan itu, turun lah kalian ke bumi.."
Nda kan?
Maka dari itu.. gak ada hewan yang make baju, yang merasa malu jika ada auratnya yang terlihat.. ya toh?
Buah buahan yang disebut dalam Alquran juga buah yang lebih baik.. tanpa kekurangan sedikitpun.

See?
Masihkah bilang alien itu gak ada?
Yup. Alien itu ada.. tapiii.. yang di muat dalam berita orang barat atau lainnya itu... Wallahu'alam..

Ada beberapa pertanyaan sebagai penutup,
-Apa hubungan antara konteks hijrah dan Alien?
-Seperti apa sebenarnya arti 'Memanusiakan Manusia'?

sedikit opini yang ku buat dalam perjanan ke kos-an,
"Kembali bukan berarti menjalani mundur jalur yg sama untuk mencapai tujuan, namun kembali tersadar akan tujuan dan menapaki jalan yang berbeda dan benar (sesuai panduan)"
-Pluvephile19-

See you next part~

#Me End Pov

7 Okt 2016

Hijrah

Assalamualaykum readers~

malam sabtu ini ya..
hmmm akhirnya besok bisa pulang kerumah ^^
walaupun yaa.. gatau hal hal klise dan dramatik apa lagi yang bakal terjadi.

Well, skip it.
Seenggaknya bisa melepas rindu sama adek dan kakakku~
Alhamdulillah..

Eh kalian apa kabar??
Eugh rindu postingan ku kaaann.. yakan yakan?
ya.. enggk sih -_-

dudududu~

Judulnya Hijrah ya?
hnnnnnggg... kebanyakan orang pasti langsung otomatis bergumam "Timur banget~", "Mau ceramah ni orang" daann sederet dokrin lain kalo inget kata ini.

ya kan?
hnng..
Kalo iya berarti kita sehati.. dalam hati tuh langsung berbisik #asek
"Eugh, berat sekali bahasannya"

hijrah oh hijrah..

Tapii.. malem menjelang jam deadline tugas alias 23.59 ini..
Aku mau sedikit mengupas makna ini..

Berawal dari.. mengisi waktu insom dengan melihat lihat Aigiku @wkkamilah #ekhem promote.

Seketika ada postingan yang ngebahas "HIJRAH"

to be continue~

dah lewat dari "malam sabtu"

18 Sep 2016

Si Manja

Bukan main anak ini..
bahkan umur yang tak lagi muda masih saja terpekur.
Mengatakan tentang lelahnya terus berjalan.
Mengatakan tentang lelahnya terus berharap.

Angin kencang dari kipas itu membawa ku terlalu nyaman dan malas untuk bergerak.
Teringat bintang itu.
bintang kecil itu..
Terus saja ia berputar dan bersinar, meski menyadari bahwa ia tak cukup kuat untuk menerangkan langit malam..
dan tak secuilpun mampu menghangatkan di lelapku tiap malam..
hm, tanpa lelah dan bosan.
Seperti kata menyerah tak pernah ada dalam kamusnya..

Si anak itu..
hah.
bahkan melangkah sedikit saja sudah tamat satu bundel berisi kata lelah.
Ia anak itu.. si aku ini.

Lelah juga berfikir untuk menyerah.. karena selalu saja timbul rasa dan rasionalisasi yang semakin merumitkan definisi lelah..
.........................
Si anak manja ini lupa sekali tentang makna makna tentang hal ini itu yang ia ciptakan sendiri..
Bahkan lupa ketika seorang kakak memegang bahumu, memperbaiki almamater yang asal kupakai dan berkata, "Kuatkan pundaknya, amanah baru"

Sekarang?
Berhentilah bercerita!
telinga seseorang tak selalu untuk mendengar alur hidup makhluk manja.
Ini tentang pilihan..
Jangan terlalu lama mematut diri. Bahkan dirimu tak memiliki apapun ketika meninggalkan raga ini..

Hey anak manja!
Ya si aku yang anak manja.
Jatuhlah kamu.. rasakanlah jatuh itu, terkadang kamu harus jatuh untuk menyadari seberapa jauh kau berlari.
Seberapa banyak keindahan yang kau lupakan ketika berlari, dan hanya bertemu terpaan angin?

Menangislah.
Bahkan orang yang paling kuat adalah orang yang pandai menangis untuk menjadi kuat.

Teruslah berjalan... ya kan?
Tetaplah berjalan.. meskipun duniamu meninggalkanmu..
Bismillah.. #AdaAllah

-Me End Pov

14 Sep 2016

Di dalam Goa

harusnya tetap diam..
harusnya tetap bersembunyi..
harusnya tetap terbungkam..

aku masih lemah.
Seperti percikan air kotor yang mengganggu..
aku masih rapuh.
serapuh batang berkambium dominan..
aku masih buta.
Sebuta cermin yang tetap tertawa saat melihat air mata..

entah langkah yang mana lagi yang memulai..
entah saraf mana lagi yang menggores senyum..
entah mata mana lagi yang harus terjaga dalam kilauan entah..

ku sadari diri ingin sendiri.
menepi di pulau seberang tanpa hunian..
terpekur menatap pasir terlahap ombak
menikmati setiap kasih Yang Kuasa dalam desiran harumnya..
harum angin yang membawa senyap..

namun kembali mata ini berkelahi dengan kenyataan..
ini bukan waktu untuk diam.
bukan waktu untuk terantuk oleh duka.
bukan waktunya untuk ini itu..

Ah.
lelahnya pertengkatan ini..
pertengkaran waktu yang aku pun tak tahu..
Hanya mampu terus bertanya.. dan mencoba menemukan jawaban.

Menanti goa ini terbuka..
goa yang gelam.. dan dingin.

1 Sep 2016

Mata Air Pecinta Indonesia

Pertama baca judulnya, sempet bertanya tanya.. Siapa Rudy Habibie? adiknya kah? anaknya kah?
Nama Pak Habibie bukannya B.J. Habibie?

Oke, hmmmm... dan, setelah nonton filmnya bareng adikku tercuyung, yang minta di traktir -_-

Akhirnya aku paham, kalo itu tentang setengah full kehidupan beliau dari kecil.
kenapa setengah? karena kehidupan pasca kuliah sudah di serap di film Habibie dan Ainun.

Secara keseluruhan, film ini bercerita tentang masa muda dari seorang visioner bernama Rudy (panggilan kecil B.J. Habibi). "Jadilah mata air", itu pesan almarhum ayahnya yang selalu diingat Rudy Habibie.
Pesan itu yang membawanya terbang kuliah di teknik penerbangan universitas RWTH di kota Aachen demi mewujudkan keinginannya membangun Industri Dirgantara di Indonesia. Di Aachen, Rudy tak hanya belajar membuat pesawat tapi juga belajar arti persahabatan.

Rudy menjadi dekat dengan Lim Keng Kie, seorang keturunan Tionghoa, AYU, seorang adik putri keraton Solo, Poltak, pemuda Batak yang jujur dan jenaka, dan Peter, seorang mahasiswa senior. Namun demikian, Ilona, mahasiswi keturunan Polandia, justru yang paling percaya pada cita-cita Rudy. Tapi tak mudah mencari seorang yang sepaham dan mau mendukung.

Rudy juga harus berhadapan dengan Panca dan teman-temannya: para mantan Tentara Pelajar yang percaya kalau Indonesia butuh solusi yang berbeda dengan visi Rudy. Perlawanan dua kubu ini akhirnya membuat kata berubah menjadi airmata; airmata berubah menjadi darah; dan darah berubah menjadi pertaruhan nyawa.

Film RUDY HABIBIE diadaptasi dari Novel berjudul sama karya Gina S. Noer. Film RUDY HABIBIE disutradarai oleh Hanung Bramantyo, sementara naskah cerita ditulis oleh Ginanti S. Noer dan diproduseri oleh Manoj Punjabi. Film ini merupakan prekuel dari film Habibie & Ainun. Film pertama Habibie & Ainun telah ditonton sekitar 4,3 juta orang dan dibintangi Reza Rahadian sebagai Habibie dan Bunga Citra Lestari sebagai Ainun. Film RUDY HABIBIE tayang di bioskop pada akhir Juni 2016. Adapun para pemain yang membintangi film RUDY HABIBIE diantaranya Reza Rahadian, Chelsea Islan, Ernest Prakasa dan Boris Bokir.

Menonton film dokumenter tentang perjalanan seorang ilmuan berbakat yang berjasa dalam meningkatkan teknologi di Indonesia, khususnya teknologi penerbangan. Rancangan bentuk teknologi penerbangan yang akhirnya di renggut oleh pihak-pihak picik di negeri sendiri.

Kisah dalam film ini seharusnya mampu menyadarkan wajah Indonesia agar mampu menjadi negara yang benar - benar merdeka. Dimana kemajuan didalam suatu negara, ditunjang oleh segala sumberdaya yang ada. Sumberdaya di indonesia seperti SDM maupun sumberdaya lainnya yang bila mana dioptimalkan dengan sebaik-baiknya, mampu dengan segera melesatkan posisi Indonesia di tingkatan negara maju.

Dalam film ini juga, kita dapat mengambil kesimpulan tentang mengapa Indonesia yang tingkat populasi masyarakat remaja dan dewasa berada dalam mayoritas, namun seperti menggerus setiap kalimat Ir. Soekarno, "Berikan aku 10 pemuda, maka dengannya aku goncangkan dunia".

Pada awal tahun ketika Habibie mengikuti perkuliahan di Jerman, Habibie bertemu dengan sekelompok pemuda yang bertitel Laskar Pelajar.
Para mahasiswa kiriman Soekarno dari Laskar Pelajar sebagai hadiah atas jasanya dalam melawan Belanda. Menggunakan hak belajarnya di Belanda dengan ketidakseriusan yang melibatkan rasa tinggi hati karena telah membela negara. Malas berdiskusi tentang negara dan mendahulukan hiburan bagi diri pribadi.
Sebuah cerminan mengenai pola sosial pemuda Indonesia masa kini, yang sudah menjamut dan terbagi menjadi beberapa golongan lagi yang semakin kolot untuk memahami arti mahasiswa itu sendiri.

Keteladanan Habibie sebagai pemuda yang diperankan oleh Reza, sebagai mahasiswa yang kritis, pemberani, cerdas dan berakhlak baik, cukup membuat getaran bagi Indonesia. Satu getaran yang seketika diredam, tidak bisa menggerakkan setitik debupun. Dibutuhkan lebih dari satu getaran agar mampu menerbangkan ribuan debu yang menutupi.

Kelebihan yang ada dalam film ini adalah tentang penggambaran tokoh tokoh dalam film Rudy Habibie yang akurat dan memberikan kesan mendalam tentang sebuah perjuangan dalam mencintai Negeri sendiri.

Ketika Rindu memahami rindu

Judul novel     : Rindu

Pengarang      : Darwis Tere Liye

Penerbit         : Republika

Tahun terbit  : 2014

Tebal buku     : 544 halaman

“Apalah arti memiliki, ketika diri kami sendiri bukanlah milik kami?

Apalah arti kehilangan, ketika kami menangis terluka atas perasaan yang seharusnya indah? Bagaimana mungkin, kami terduduk patah hati atas sesuatu yang seharusnya suci dan tidak menuntut apapun?

Wahai, bukankah banyak kerinduan saat kami hendak melupakan? Dan tak terbilang keinginan melupakan saat kami dalam rindu? Hingga rindu dan melupakan jaraknya setipis benang saja.”

Novel ini bercerita tentang perjalanan panjang sebuah kerinduan. Berbagai kerinduan dalam memahami hal yang dirindukan.
Mulai dari bagaimana ia menghadapi perjalanan dengan penuh dosa di masa lalu. Lalu seseorang yang melakukan perjalanannya dengan penuh kebencian. Ada punya dia yang kehilangan cintanya menjadi sebab mengapa ia melakukan perjalanan ini. Semuanya bertajuk pada kerinduan mendapatkan jawaban dan hal mesterius lain yang dirindukan hati yang bertanya.

Cerita yang berlatar waktu pada masa pemerintahan Hindia Belanda. Yakni pada masa ketika Belanda masih menduduki Indonesia. Pada masa itu, pemerintah Hindia Belanda memberikan layanan perjalanan haji untuk rakyat pribumi yang memiliki cukup uang. Perjalanan dilakukan lewat laut yakni menggunakan kapal uap besar yang merupakan perkembangan teknologi transportasi tercanggih pada masa itu. Salah satu kapal yang beroperasi untuk melakukan perjalanan haji ini adalah Blitar Holland. Di kapal besar inilah segala kisahnya dimulai.

Tere Liye, seperti biasa yang mampu meracik cerita dengan begitu menarik. Belum lagi dengan nuansa yang berbeda seperti kehidupan di atas kapal uap besar. Di atas kapal yang terjadi interaksi sosial antar penumpang kapal yang menyerupai perkampungan nusantara berbentuk lebih kecil.
Bahkan didalam kapal terdapat fasilitas-fasilitas umum seperti kantin, masjid, dan tukang jahit kapal, hingga klinik dan tempat cuci.

Diceritakan mengenai keluarga Daeng Andipati yang terdiri orang tua, seorang pembantu rumah tangga, serta dua anak yang mengikut perjalanan haji ini, yakni Anna dan Elisa. Mereka menjalani lamanya waktu perjalanan haji dengan riang gembira. Seakan tidak pernah mengerti tentang apa yang terpendam di hati Daeng, ayah mereka. Kerinduan untuk melupakan apa yang terpendam.

Ada pula tokoh yang bernama Ambo Uleng. Dia adalah seorang pelaut. Hampir seluruh hidupnya dihabiskan di atas lautan. Ambo Uleng rupanya menuruni sifat ayahnya yang seorang pelaut juga. Ia menaiki kapal Blitar Holland tidak dengan tujuan apapun. Tidak untuk bekerja, mengumpulkan uang, atau apapun. Ia hanya ingin pergi sejauh-jauhnya meninggalkan tanah Makassar yang ia jalani melalui kisah pilunya. Begitu merindukan apa yang kosong dalam hatinya.

Di sisi lain, ada seorang keturunan Cina. Ia sering mengajari anak-anak mengaji di mushola kapal sepanjang perjalanan haji. Anak-anak biasa memanggilnya Bonda Upe. Bonda Upe ini rupanya sedang memendam masa lalunya sebelum memeluk Islam. Hingga tiap malam ia selalu menangisi dosa-dosanya yang dulu. Merindukan ketenangan sebagai pribadi yang kini berhijrah.

Dari sini pula diceritakan Gurutta Ahmad Karaeng, ulama tersohor asal Makassar yang mengikuti perjalanan haji. Beliau rutin melaksanakan solat berjamaah bersama penumpang lain. Secepat itu pula Gurutta meminta izin kepada kapten untuk mengadakan pengajian di atas kapal. Beliau adalah sosok yang selalu memberikan jawaban terbaik atas pertanyaan orang-orang. Namun ternyata ia sendiri telah memendam lama sebuah pertanyaan yang tak mampu seorang pun menjawab. Merindukan hal yang mampu menguatkan sisi hatinya yang kerdil.

Dalam satu buku ini, terjawablah satu demi satu kerinduan dalam memahami yang dirindukan.

Pada hakekatnya setiap pertanyaan dan jawaban adalah sekumpulan pertanyaan yang sering dituturkan oleh manusia pada umumnya. Pertanyaan yang mengharapkan jawaban di atas kapal yang membawa para penumpang menuju tempat yang suci. Tempat suci yang disemogakan untuk terisinya segala kerinduan.

Setelah membaca buku ini, mungkin kita akan bergumam tentang, 'Ah ternyata begitu jawabannya..', dan semacamnya yang mengekspresikan kepuasan atas pertanyaan para pembaca itu sendiri.
Namun tidak bisa dipungkiri bahwa pastinya akan ada yang bergumam setelah membaca satu demi satu jawaban, seperti, 'Hm, tidak semudah itu jawaban yang aku rindukan..', 'Masalahku tidak semudah itu terjawab' atau 'Aku masih merindukan dalam kekosongan pertanyaanku'.

Karena memecahkan masalah tidak selamanya semudah memecahkan pertanyaan yang ada dalam buku Rindu.

Tapi dengan novel Rindu, memahaminya dengan bijak mampu mengurangi percekcokan dalam diri.

8 Agu 2016

Tirai

Menilik suara itu lagi dibalik tirai..
tawa canda renyah.
tak bisa diberi MSG memang..
maka ada batas waktunya..

Tawa mereka..
senang dengan begitu cukup mendengarnya..
sambil membaca jadwal kelas 2,3 dan 5
tawa mereka yang hampir lupa caranya..

Tidak,
aku di balik tirai saja..
dengan suara bisu dan langkah yang diam..
terpaku di pojok dinding
merasa nyaman..
untuk
dibalik tirai..

21 Jul 2016

Empal Gentong

Haik ma bro'
Assalamu'alaykum..

salam sejahtera untuk kamu kamu dan kamu ^^
iya kamu 
kamu yang udah males baca blogku setelah... entah apa yg mengawalinya..
wait. empal gentong?
iku opo toh? panganan?
yap!
itu sejenis makanan.. tapii, aku masih belum tau wujud aslinya gimana.. selain bentuk "mie instan"
kenapa aku mau nulis tentang makanan itu? karena... nama itu mengingatkanku dengan rival sekaligus sahabatku ^^
evil no.1 sekaligus kaus kaki ajaib ._.
semasa SMA, apa sih istimewanya?
hmmmm... *berfikirkeras*
hmmmmmmmmm.... *mulaikonslate*
ga deng. canda.
jadi... dia itu.. kaya.. guru yang tidak berlebel harga dan tidak di jual di sekolah manapun *dan tidak tinggi #eh

20 Jul 2016

Wedus Gembel

kamu bilang,
semua akan baik baik saja..
dengan senyum lebarmu dan jemari metalmu...

kamu bilang semua baik saja.
mungkin bagi beberapa makhluk langit, bersabar lebih lama menjadi tak apa.

Namun berbeda dengan sekumpulan mamalia ini..
tak ada lagi waktu untuk bersabar.
Beberapa mamalia itu berlari ke ladang lain.
Berharap kenyang memakan rumput plastik disana, yang didapat dengan mempertaruhkan berbagai kemungkinan.

Lihatlah mamaliamu yang kian pudar ringkikannya..

kamu bilang semua akan baik baik saja..
dengan senyum lebarmu dan pola kotak kotik yang kini mengawang lebih tinggi.
menghadapi yang nyata, bahwa memilih menanak rumput di ladangmu untuk mamalia lain yang berlari keladangmu sambil mencicit.

Mamaliamu kini lapar.
mamaliamu kini haus.
Begitu serak. Serak membuang tangis dan tawa. bercampur menjadi buraian bulu dan jeroan mamaliamu dengan entah.

kamu mamalia yang besar.
dan kamu hanya menjadi bingung, dengan bagaimana kamu harus menjadi.. kan?

kamu bilang semua akan baik baik saja..
namun bagaimana mungkin.
ketika gerakmupun terikat dengan rantai para pemburu.
Kamu.
mamalia yang besar.
seekor domba yang mau saja menjadi wedus.
dan tanpa sadar..
kini kau hanya seekor wedus gembel.

karena wedus gembel bukan lah mamalia..
kamu.
Iya kamu. hanya menjadi bencana yang nyata.

"Janganlah orang-orang mu'min mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mu'min. Barangsiapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa) Nya. Dan hanya kepada Allah kembali (mu)."         (QS  ALI IMRAN : 28)

15 Jul 2016

Nista

ketika agamaMu menyeru untuk menatap dunia di bawahmu untuk membuatmu bersyukur..
melakukannya dengan membuka jendela baru.. meyakini diri bahwa kepemilikan hanyalah titipan..
tak ada tentang milikku, tak ada tentang yang tergenggam..

Ketika agamaMu menyeru untuk menatap dunia di atasmu untuk membuatmu merasa tak ada yang benar benar sempurna selainNya..
melakukannya dengan mempelajari lubang awan dengan berbagai cerita langitnya.. meyakini diri bahwa pribadi ini bukan hal besar dibanding reruntuhan angin..
tak ada tentang kesempurnaan, tak ada yang patut dibanggakan..

andaikan aku seperti mereka..
yang mampu berpegangan dalam segala aspek yang mencangkupi hal itu. Begitu mahir meramu setiap suara hati dengan usaha mereka yang begitu besar, maupun dengan tersenyum begitu saja.

maafkan aku..
maafkan pribadi ini..
bukan hal baik dan begitu nista.

Terkatakan oleh sang wahai, berjalanlah di atas bumi yang luas ini, tataplah setiap inci debu yang membawamu melangkah, dengarlah lantunan dunia yang parau sekaligus berirama indah, pahamilah dengan caramu agar duniamu tak lagi tentang 7 langkah setiap harinya...

Entah bagaimana rasanya begitu rumit.
mugkin aku kurang bertanya.. seringkali bertanya dan meraung pada tembok tembok pucat yang bergeming.
Seringkali khilaf untuk memahami arti sang suci yang terbuka hanya beberapa saat..

maafkan aku..
maafkan diri yang hina dan nista ini..

Tentang pohon, entah mengapa.. berkeliling dalam dunia taman yang terasa bersisik sekaligus licin dan kasat.
Membuatku malu.. dan terus saja bertanya seperti orang menggelikan.

maafkan aku..
maafkan aku yang tak bersyukur dan nista ini..

Untuk hal ini, begitu sulit mencoba..
memeluk pohonku, yang.. begitu berbeda.
sulit.
dan aku terus mencari.. sisi mana yang membuat ku sama dengan pemilik pohon lain.. mencari seperti kesetanan.

Kemudian begitu bingung..
bingung tentang, sebenarnya apa yang aku cari?
kemudian begitu kecewa..
kecewa tentang, sebenarnya apa yang aku harapkan?

mendoakan waktu kembali berputar dengan ketidak mungkinannya..

maafkan aku..
maafkan aku yang nista ini..
maafkan aku yang belum mampu memaafkan waktu..

12 Jul 2016

Our Vacation

Masih. Saja. Liburan.

Ekhem. 
Jadi ini masih liburan..
so. 
Karena kita gak pulang kampung.. liburan gak terpotong dengan berlelah lunglai di jalan karena arus mudik.
daaaaaann, entah pikiran dari mana ya. Tiba tiba adikku si khansa yang kini mau naik kelas 5, seketika menjadi ketuplak (ketua pelaksana) acara yang bener bener ga biasa.
yaituuuu.. "Party di depan rumah".
huhuhuy, emang adekku satu ini.. dia suka banget kalo keluarga lagi seru seruan.. because.. itu arang banget terjadi. Apalagi kaya hari kemarin, semua. Satu set keluarga lengkap malem itu.. 
khansa dari jauh hari mintain uang patungan ^^
kreatif emang sih ni anak, suka.. suka suka dia lah 😂

Jadilah malam ini, abis makan malem dan sholat isya..
Khansa mulai rempong nyiapin ini itu, aku yang lagi kurang fit daan masih kekenyangan cuma bisa diem di kamar, sampe umi nyamper dan ngajak keluar..

Suka gak biasa sih makan bareng gini hoho, 
pas ku lihat sekilas buat ambil gambar, suprised banget liat ada lilin segala ^^
sederhana.
But.. kenangan manis banget buat ade ade aku..
gapapalah, anak kecil emang sensitif otaknya, dia harus banyak ngerekam agenda yang bikin seneng biar selanjutnya bisa jadi pribadi yang baik.

Aku yang masih terkunci di fikiran "aduh agak mengganjel di hati acara ginian deek" 
cuma bisa keluar pas cuma ada kakak adekku yang udah pindah ke toko karna hujan..
Seru sih ^^
cuman.. maaf sekalih dek, belum bisa ngerasain dimana letak "harus bahagianya", masih kenyang banget juga.. jadiii.. asal keliatan nikmatin makanannya, kurasa dia udah seneng ^^

Meskipun sebenernya malem ini (yang ternyata malem besok) abi mau ke lampung buat.. something, yang pastinya bukan buat kerjaan.
Dan mas yang harusnya meriksain bonbon-kucingnya-,
meskipun hujan pula malem itu.
Tapi seenggaknya.. keluarga ini akhirnya ngelakuin sesuatu di liburan ini secara full team. meskipun gak bener bener bareng bareng..

makasih yaa, khansa rafifah sebagai ketuplak yang suka nyebelin.. 
This is our vacation, and how about you?





10 Jul 2016

something

Assalamualaykum guys ^^

Jadi ini ceritanya pagi, dan adikku sempet ngambek karena gak jadi lari pagi~
Jam 06.15
Hmm maafkan kakamu yang mager ini T.T

Dan kata "iya insya Allah" cukup melukiskan janji untuk lari pagi esok hari.
semoga saja... lagi bersemangat 😅

ok skip.
Jadi pas buka hp dan liat jendela browser, ada satu sisi yang entah siapa yang abis buka..
yang pasti isinya cukup mendiamkanku sejenak.

Sebuah pengertian mengenai ayat yang cukup pendek,

Berjalan Bersama Pascakolonialisme

Haiyyyyy!!
apa kabar man teman segalian~
karena nantinya kita berkumpul setelah dibangunkan dari galian yang sejenis 
Wallahu 'alam..

Dears..
karena libur kuliah itu.. sangad sangad panjang.. maka terkadang saat masuk lagi, beberapa orang akan mengalami masa..
"Tetttot" seketika.
Dimana nantinya kita sedikit linglung karena kinerja otak yang seketika "terpakai" ^^

So.
Aku mau sedikit review matakuliahku di semester 2 biar masih "ada isi" ini celebrum.

yak.
Otw semester 3~
duduhh bukan maba lagi akuh ._.
#Skip

Jadii.. ini adalah salah satu matakuliah yang paling kusuka -walaupun masuk pagi- karena membuka pandangan sempit tentang kebudayaan secara keseluruhan. Dimana kita dibawa buat memahami "apa sih akar masalah dalam perbudayaan" dan juga berbagai kekeliruan dalam pemahaman awam.

Yah, sedikit banget ilmu yang bisa kuambil dari matakuliah yang impressive ini, walaupun gak ada nyambungnya sama sekali sama jurusanku ._.

but. 
I swear nantinya ilmu ini bakal kepake suatu waktu, yah.
Entah kapan itu ^^
Hah.
ini ngomongin apa si -_______-
Mungkin intinya, aku mau review judul pelajaran yang menurutku penting banget dipahamin, although kalian harus search gugel sendiri karena tulisanku kemungkinan akan mengaburkan pehaman, dan bertanya "sebenarnya saya baca apa ._. saya dimana ._. "
yah biasa gitu teh :')

#Anggapsajatulisandiatastidakada

Pascakolonialisme.
apa sihhhh??
masih aja ngomongin masa penjajahan -_-
Sekarang kita udah merdeka nehh..
ets! baca dulu yuk ^^
.......................

9 Jul 2016

Cuhuhuy

Soon!!
postingan tentang yang tersayang~

semoga saja ingat 😂
blog! ingetin aku yaahhhh..

6 Jul 2016

Pertemuan Rekayasa

Berkumpul dalam rekayasa permainan..
berkicau bak burung di hutan gersang
tak apa. itu tak apa..
setidaknya mentari masih bersinar
pun tak kutemukan tameng yang kuat..
hanya mencoba berharap..
semoga langkah ini segera habis.
dan menjadi hal yang baik nantinya..
menyatukan melodi lara yang terkadang menggores..
semoga.
Sang mentari selalu baik..

Ini tentang hari yang seharusnya menjadi hari yang indah bagi umat muslim..

Lebaran.
dan hari libur lebaran.

Sebuah acara yang sangat manipulatif rasanya..
tak apa, aku masih bisa merasa 'ingin' tersenyum..
Beberapa hari lalu, ku tekankan diri untuk membiaskan kehadirannya.
menyibukkan diri dengan mengingatNya lebih dalam.. melupakan hal hal itu.
namun suatu hari yang tak kusangka namun sudah kusangka sebelumnya terjadi.

Dipertemukan dengannya, dalam sebuah pertemuan rekayasa..

Huft.
Aku tak begitu suka berbohong pada rasa.
begitu saja ku katakan tanpa dusta
dengan mimik yang cerah namun berduka.

Menatapnya pun tak kuasa..
Sekedar bersandingan, aku akan menghilangkan paham bahwa itu dia.
aku hanya tak ingin larut dalam pertemuan ini.
di hari yang kuharap menjadi baik baik saja..
dalam,
Pertemua Rekayasa.

5 Jul 2016

It's gone T.T


Kawan readersku yang setia~
#ngomongsendiri

Dimalam yang sesuci ini.. aku (masih) srndiri.. tiada yang ngajak pergi~
lahelah galau bener mba ._.

Alhamdulillah lebaran ini masih bisa berkumpul bersama sekimpulan perkumpulan yang mengumpulkan kebersamaan dalam berkumpul ^^
ekhm,

ليس العيد لمن لبس الجديد...👔👕👗👖
ليس العيد لمن مركبه الجديد...🚗🚃🚌🚎
ليس العيد لمن نعله الجديد...👠👟👡👢
ليس العيد لمن بيته الجديد...🏠🏡🏣🏤

ولكن العيد لمن طعاته و إمانه و يقينه يزيد...

قال سيدنا علي كرم الله وجهه : اليوم لنا العيد..والغد لنا العيد..وكل يوم لنا العيد لمن طعاته يزيد.. 🙏🙏

من العائدين والفائزين كل عام و أنتم بخير...

 Taqabalallahu minna wa minkum.. siyamana wa siyaminkum.. barakallahu fiikum~

_We F_

CC

percayalah, 
nantinya akan ada satu dua orang yang tidak begitu suka prosesmu..
Wujudnyapun sulit digambarkan dan diartikan..
tapi biarkan. 
yang penting kau tetap pada pegangan.
Pegangan tentang irama pertemanan dalam setiap nafas yang kau sebut hembusan.
Mengartikan melodi klasik tentang pertemanan dan persahabatan..
tak mencampurkan rasa dengan extrak permusuhan.
yang nantinya mengental dan mengukus perpisahan..

.bah.

Ini tentang sejauh mana kau melangkah dalam proses perubahan..
Tetaplah mencoba. menjadi pantas dihadapanNya
Genggam erat saudaramu meskipun berlarian entah kemana,
karena langkahmu bukan untuk mereka..
maka ajarkan mereka untuk ikut merasa..
bahwa menjadi pantas memang harus menjadi cita yang nyata
karena.. syurga memang ada.
dan dengan usaha apapun tentang dirimu untuk berubah,
syurga masih terlalu besar untukmu sendiri..

meskipun terkadang.. akan ada yang tak merasa..
akan ada satu dua orang yang tidak menyukainya..
percayalah.

30 Jun 2016

Hujan, Op. Cit,. 1.6

Assalamualaykum..
Hai readers!
whats up oy~
nih ku kasih 
Jangan bozan bertemu zayah yah ^^
lagi pengen nuangin air yang lumayan banyak.. lets cawww~
......
eh? btw, kok ada opcitnya mba?
opcit bukannya buat makalah dll?
hmm.. itu buat semacam perhatian aja, karna judul itu udah ada sebelumnyaah~
#skip
okeh.
Kapal kita kini berhenti di sebuah dermaga cerita yang baru.. berhati hati membaca dan jangan lupa barangkali anda lupa ini mau kemanah~


._.
Kamu.
pernah gak ngerasain dipeluk madermu?
dipeluk fadermu? dipeluk ketika kamu bener bener lelah sama apapun.. atau disaat kamu kecil disaat kamu malu masuk tk yang baru? atau semacamnyaa?
pernah gaa? pernah khaann kan kan kann?
ehm.
Nyaman ga? rasanya kaya kamu mau seketika waktu berenti gitu aja? rasanya kamu mau ngeluarin semua rasa dihati?
yah? gitu yah?
hmm aku sih ga tau hehe
.
.
keren yah...  ._.
Itu mungkin cara nyaman kamu.
Tapi kalo aku.. ngerasa nyaman banget kalo liat hujan.. wanginya.. polanya.. hawanya..
yah kaya dipeluk gitu aja sama angin hujan.. semakin kenceng apalagi~
tapi sayangnya.. sama kaya kucing kecil yang kadang cemen ituh~
well, kucing ga suka air kan? tp jangan berfikir aku gak suka air ._.
kucing juga sebenernya suka hujan.. dia suka lari larian main sama becekan sejenak sampai akhirnya ketempat kering, dia bukan gak suka, tapi tubuhnya gak bisa
#DEMIAPAadakucingbegini ._.
Selalu berharap bisa berada ditengah hujan sampe dia perlahan pergi..
tapi.. gak tau. kenapa pula harus gak bisa~
efek otak kecilku yang sempat berdarah di kelas x sukses ngebuat badan ini jadi rentang sama hal hal yang dulu gak ada efek sama sekali.
Hujan selalu menyenangkan.. sekarang, ketetesan satu dua aja udah lebay banget kepalanya~ jalan kaki agak lama aja udah cape kepalanya~ bah
semoga cepet sembuh wap, biar gak nyusahin orang lagi..
#skip
However, kadang aku mau ngerasain nyaman yang normal~
Ngerasain sesuatu secara normal.. mau nangis ya nangis.. tapi ya this is me.
Banyak banget hal aneh yang berubah gitu aja semenjak ini itu..
although.. sometimes just felt tired.
Hujan tetap memeluk dan membawa pergi setiap rasa sakit dan duka....
#Me Pov End

Mine

Ini tentang rasa..
Merasakan dengan pasti, 
bahwa nyatanya masih saja memiliki
kukira sudah mati.. 
Aku pernah mencari, 
arti sejati tentang memiliki 
memiliki... hati.

23 Jun 2016

separuh arti rasa

ketika terlalu bodoh untuk memahami..
terlalu bodoh untuk terus berharap.
terlalu bodoh. untuk tetap menjadi takut..
.
mengandai bilah suara membesat pita
melukai suara kata yang mati tanpa makna
banjir sudah tanpa dielika.
berisik.
berisik sekali larutan hening ini..
sesekali cipratannya mengenaimu kan.
menodai keramaian dan kehangatan..
.
nikmat semu.
menyadari diri terlalu bodoh.
untuk terus menodai dan mengusik..
.
mungkin itu masih sama..
aku dan kamu tak pernah sama..
dan begitu saja arti rasa~

22 Jun 2016

celoteh Frienship

Pelangi adalah persahabatan...
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

Biru Dongker

Rindu mereka.. 
yang selalu kuat. 
Selalu bersama.. 
Melihat mereka mengingatkan persahabatanku dengannya~
Seperti Maple yang menyegarkan untuk dipandang bersama strawberry.. ^^
#Gaknyabung
Berawal dari terlambatnya mengisi form di stand.. kosong, sudah habis jadwalnya.. 
Aahh menjadi ceroboh memang sedikit menyulitkan~
Namun leganya ketika ada yang mau menghampiri dan membagi info MPA yang seharusnya lebih awal kudapat..
Ah, pasti aku terlihat bodoh dengan segala kecerobohan itu..
Orang itu, aku yang selalu malas menghafal apapun itu ._.
membuatku seketika berjanji untuk mengingat nomor hp ku, selamanya.. agar suatu hari jika ia bertanya, dapat ku sebut digitnya dengan senyum kepuasan.. *skip
Mengejar waktu untuk mendapatkan kamar kos untukku, berakhir kami berjalan menyusuri kampus bersama.. meskipun (lagi2) berjalan dengan orang asing begitu kuhindari.. tp, entahlah~ 
ada yang menarik.

Entah mengapa sore itu sangat berangin.. 
Berjalan berempat, mereka dengan temannya(akhir2 ini baru kenal).. yang sama2 asing bagiku..

Daun itu terjatuh.. bersama langkah kami..
Dia. Dengan langkahnya yang lincah, dan senyum polosnya dengan lesung kecil di pipi bawah.. lucu. Orang ini menghapus pendapatku tentang anak mahasiswa yang kaku.. ketika.. "Eh ini daun apa ya? Daun itu yg di luar.. maple ya?", ah maple.. daun yang selalu indah.. 
BTW ka -_- itu daun ga ada mirip miripnyaa sama mapple ._.
#skip

Beruntung, sempat kita dapat melihat keindahan bersama.. meski begitu singkat. Keriangannya.. membuatku berfikir, tidak semua mahasiswa harus bertingkah jaim, aku ingin tetap menjadi diriku..

Hingga seterusnya.. entah mengapa bercakap dengannya begitu menyenangkan, tak banyak, hanya saling menyemangati antar panitia dan peserta.. namun cukup membuat fikiran menyerah membuat atribut menghilang.. 
3kali saja kita sempat bertemu~ 
hanya 3 kali. Tapi selalu saja menyenangkan..
terakhir kali kita bertemu.. di depan pusaranmu, aku hanya bertanya pada sahabatmu, "kak, kenapa nggak pake bunga warna dongker?"
hanya itu. bahkan aku tak mampu berfikir untuk menangis..
sakit. begitu saja ka.. seketika aku begitu marah padamu.
pergi begitu saja. Membawa pergi pecahan cerita cerita~

Hanya menjadi begitu rapuh saat kembali ke kos. sendiri.. menyadari betapa sakitnya~
bahkan bapak kosku mengira bahwa aku begitu cengeng.

itu sahabatmu, orang baik, meski aku bukan siapa siapa.. 
seberapa sibukpun orang itu..
hampir tidak pernah mengabaikan celotehanku.
baru ku sadar bahwa ternyata dia ketua BEM prodinya.. 
Kini.
MPA sudah terlewat.. 
namun melaluimu, dengan kuasaNya..
aku menemukan figur di balik langkah raguku memijaki perkuliahan..
mereka. 
Kakak kembarku.

-SS-

16 Jun 2016

Senandung kucing kecil

Bercengkrama dengan kesemuan..
memangnya apa yg harus diharapkan?
bukan gelas yang cukup besar..
terkadang tumpah di sembarang tempat.
maaf kan..
ku pahami bahwa kerancuan ini blm berhenti..
bukan hal penting. ku tahu.
semu yang menyakitkan..
namun,
mengharapkan adalah kebodohan.
disaat kau tau tak akan menggenggam angin lalu pun.
tak satupun.
haruskah kembali menjadi gelas pecah?
ku tahu ini kesemuan..
namun apa yang bisa kuharapkan?
maafkan gelas ini... abaikan saja.
seperti biasa..

7 Jun 2016

Ada apa dengan mahasiwa?

Ini tentang kamu, ya kamu.
Mahasiswa yang katanya cerdas, melampaui sekedar siswa di sekolah-sekolah. Yang baru saja kemarin memboikot rektor untuk menurunkan UKT dan menghilangkan uang pangkal atas nama, kebersamaan.
.......
Renyah.
.
.
Menengok kenyataan miris beberapa hari yang lalu, tepatnya 30 Mei 2016.
Sempat-sempatnya aku mengambil hasil rongent siang itu, motor kakak kelas yang kupinjam dengan terburu-buru selepas menjaga stand untuk mahasiswa baru yang ingin konsultasi.
Mengebut dijalan raya memang menyenangkan, namun tetap saja harus memperhatikan lalu lintas untuk menghindari hal yang tidak diharapkan.
Jujur saja, aku memang terburu-buru.
Karena ada agenda lain yang ingin ku kejar setelahnya.
Namun begitu saja, banyak orang-orang yang (mungkin) lebih terburu-buru dari ku hingga menerjang lampu merah begitu saja.
Ah sudahlah, setidaknya mereka selamat.
Kembali dari klinik seusai mengambil hasil lab dan rongent, langsung saja aku cap gas menuju kampus lagi. kembali ke yang katanya miniatur negara itu.
Lancar.
Meski harus mengerjap-ngerjap karena tidak membawa kacamata.

Ekhm, sekian prolognya~

Kampus sudah ada di sebelah kananku, namun macet akan mobil-mobil mewah yang diisi satu dua orang sukses memblokir jalanku.
Setelah menghentikan sebuah mobil fan kurasa jarak antara dua mobil cukup. Perlahan aku menyebrang untuk memasuki kampus.
Namun seketika, Brakk!!
Dengan sedikit kenalaran tentang apa yang terjadi, aku mengegas motor agar tidak tertindih. Huft alhamdulillah..
Eh?
Motor itu terjatuh??
ahh.. debaran itu makin kuat. Apakah.. ini namanya cinta?
*skip
Dua orang. Keduanya lelaki yang kini mengerang dihadapanku.
Dua motor yang tertabrak cukup keras.
Menyadari bahwa ia bukan mahramku, aku hanya melihat saat satpam menghampiri dan membantu berdiri.
Seseorang bahkan begitu kesakitan saat kakinya diluruskan.. Ah pak.. maafkan aku.. Setelah si bapak baikan, aku memberi sedikit uang pengganti untuk spionnya yang copot, dan lukanya yang cukup mengerikan.
Kembali aku pamit untuk melanjutkan agendaku.

Ah tidak, motor yang ku bawa tidak apa-apa.. Kakikupun hanya nyeri dibeberapa bagian..
Tapi jujur saja, hatiku sakit.
Sebut saja aku baper.
Yah kamu benar, aku baper..

Gerbang depan Kampusku selalu ramai, bukan oleh kendaraan yang menyebalkan itu.
Tapi oleh deretan mahasiswa yang memilih menghabiskan waktu senggangnya bercengkrama sambil 'nongkrong' mulai dari gapura hingga ujungnya.

Sabarlah hati.
Melihat hati mereka yang letih.. mungkin sistemnya sudah aus akan canda dan tawa.
Bukan tentang hati mungkin, Gerakan kecil saja tak ada.
Tidak. tidak ada mahasiswa yang membantu.
Bukan aku!
Tak perlu aku yang kalian bantu.
Bahkan mirispun tak tergambar di raut kalian.
Terimakasih.

Itu aja sih.
Untukmu, untuk kita. Mahasiswa.
Apa gerangan dengan hati kita?

2 Jun 2016

😅😅😅😅😆😆😢😕😢😣😡😠😡😕😢😕

Hadirmu..

Ehm,
cek sound cek sound..
Seketika ingin kembali membara seperti ketika.. ehm, bahkan belum membarakan apapun~

,....................

Bertanya pada desir angin..
menanti..
Masihkah ia hadir,
dikala hujan turun bersama derak alunannya?
Rasanya letih,
Hanya mampu menengadah menanti harum khas hujan..
Percikannya yang menyadarkan dari lamunan
entahlah,
Berharap ia masih hadir dalam kepulan jiwa yang mulai terkikis kehampaan..
ah terfikirkan.
selalu terfikirkan ketika hujan mulai berlalu
berputar.. melewati hujan yang berbeda setelahnya
semoga akan tetap bertemu, dengannya..

-spirit-

Saat langkah2 terasa begitu berat, namun entah apa yang memberatkannya..
malu kawan, malu melangkahi tanah ini.
Tanah yang rela terinjak setiap waktunya, takut. Aku takut..
Aku takut dan malu, bahkan ketika hanya memandangi apa yang kita pijak..
Pernahkah kau bertanya?
Bekal apa yang akan kau bawa untuk mengunjunginya.. mengunjungi tanah, tempat transit mutlak untukmu, untuk kita..
Semoga hujanNya, membawa setiap semangat dalam tetesannya..

1 Jun 2016

Air terjun

tidak.
Bukan tembok besar yang selangkah didepanmu untuk memberhentikan..
bukan arus angin yang menebas asa bersama gerombolannya untuk mengecilkan..

Bukan.
Dan akan selalu bukan..
mungkin itu air, jurang air kah?
sebut saja air terjun..

Hempaskan!
hempaskan saja hatinya biar merah.
lemparkan saja hingga terbelah.
Singkap segalanya agar cerah..
agar tak menggelapkan keseharusannya.
aku harus menghilang..
tanpa seruan,
tanpa lambaian.
hanya langkah sendu hamba yang selalu bertanya~

17 Mei 2016

Divergent

Baru beberapa minggu lalu aku habiskan waktu senggang sejenak untuk menonton film hasil copy paste dari temanku..

Divergent. itulah judulnya
sebuah film yang tak asing bagi yang tidak mengasingkannya (?)

Film yang tidak mengecewakan, aku melihat banyak pola fikir penulis skenario film yang bisa ku adaptasi menjadi pola hidupku kini di area kampus..

Divergent = berbeda.

Dalam film diceritakan sebuah dunia yang berlangsung dengan terbaginya clan yang dibedakan dengan kepribadian masing masing golongan. Sebut saja Mawar, wanita yang menjadi tokoh utama itu termasuk golongan 'rendah hati, penyabar, suka berbagi' , namun entah mengapa ia tidak puas dengan golongan yang di tempatinya kini..

Akhirnya Uji kepribadian tiba bagi mereka yang berumur sesuai ketentuan pemisahan golongan. Beberapa orang berkepribadian sesuai pola asuh keluarganya.. beberapa yang lain pun ada yang berpindah golongan atas hasil Ujian..
Dan si Mawar, dia teramat bimbang.. karena hasil ujian belum dia dapat dari sang penguji. Satu pesan untuknya adalah, jangan memberitahu siapapun tentang yang terjadi selama proses ujian.

Dan ternyata, dia 'divonis' oleh pengujinya sebagai "Divergent".
Karena perbedaannya dengan yang lain, yaitu mampu melewati semua jenis kepribadian tiap golongan dengan baik dan cepat. Hal yang sangat langka, karena jika golongan Pintar mengetahui, nyawanya seketika bisa melayang begitu saja.

Akhir cerita, ternyata orang golongan 'Divergent' adalah sample yang sebenarnya dibuat untuk memimpin dunia~

Mengapa aku mengangkat Film dengan efek yang sangat baik ini dalam blogku?

Mungkin di semua fakultas mengalaminya.. yaitu menjamurnya jenis ukm dan orma.. semua tumbuh dengan ideologi yang berbeda dan terkadang bersinggungan dengan cara yang beragam..

Beberapa kegiatan seperti bidang penulisan, agama, perjuangan, pengabdian, bahasa. Seperti jumlah faksi dalam film devergent, dan tentunya ada non faksi.. dimana mereka tidak tertarik untuk memiliki kepribadian dari faksi lain.

Mudahnya mungkin jika kau sudah melihat alur cerita dalam film itu..
dimana 'orang divergent' yang cukup jarang kau temui.. terlihat seperti tidak memiliki kepribadian..

Contoh terburuk, itu aku. Dimana aku dengan bodohnya memilih semua faksi karena merasa itu minatku.
Di dalam film, Mawar diceritakan bahwa ia memiliki banyak musuh yang meremehkannya karena tidak menonjol dalam satu bidang.

Dan akhirnya.. seperti akhir cerita, ku harap setidaknya aku menemukan buah manis dari semua itu.. ku harap, meski dalam perjalanannya pun aku tetap begini.. orang yang menyusahkan dan tak berguna.. Semoga.

#EndPov
#semakinterlihatRLCklongomongbanyak~
#Divergent
#CauseImDifferent

8 Mei 2016

Hujan

Rintik hujan di hari yang sepi..
bahkan siulan burung antah berantah pun terdengar jelas.

gemuruh rendah mengiringi sendu irama hujan ini..

yah terasa sepi.. namun masih kulihat beberapa orang berseliweran di sekitar sini. Di kampusku.. yang ternyata begitu magis saat sepi.. dan gerimis menyapu~

Dulu kata "bersama" selalu menemani waktuku..

kini, hari ku menjadi hal yang menuntut agar "terbiasa" sendiri... seperti tugas akhir semester yang wajib kau telan bulat bulat. pahit.. tapi itu termasuk rasa bukan? kau hanya harus menanti rasa yang lain..

Ah hujan.. ^^
aroma air langit dan zat zat tanah berpelukan mengikat halusinasi akan memori terdalam..

Mengingatkan hal termanis atau terburuk.. membuatku merindukan hal itu, apapun itu. Suatu hal di masa lalu..

karenanya, terkadang aku takut untuk membenci sesuatu.. menginginkannya pergi atau menghilang.. karena aku tahu, aku akan merindukan yang lalu~

hujan..
kau membuatku mengenang banyak hal, kau tahu? *.......*
ah yah.. kau hujan, bukan tahu -_-

mungkin lengkap di temani si kelinci yang misterius dan kucing yang manis, dengan secangkir coklat hangat, bersama rintik hujan~

*And POV

cause all of this just my pov. Only ^^

7 Mei 2016

Warning!!!

Yak sesuai judulnya, ini adalah peringatan untuk kalian kalian yang ingin menjaga fikiran tetap normal.

What shall u do?

1. Jangan membaca tulisan saya lebih dari 2 tulisan kebawah
2. Oh i swear. Don't do it.
3. Ganti blog yang ingin kalian baca

Why?

Karena tak semua hal dapat dimaknai dengan penjelasan~ *halah

yaa karena masa lalu saya termasuk akut dalam hal kealayan yang mengerikan.

sekian PERINGATAN dari saya.

#Enjoyyourself

Adab bergaul

Adab bergaul

1. Perhatikan perasaan orang lain dan hormatilah, jangan menghina atau memandang mereka cacat, mencela dan memanggil dengan julukan jelek. (al-
Hujurat : 11).

2. Jagalah dan perhatikan kondisi orang, mengenali karakter dan akhlaq mereka, lalu bergaul dengan mereka, masing- masing dengan sepantasnya dan ahlaq sebaik-baiknya. (Al-Bukhari: 6035, Ahmad:6468, Tirmidzi: 1975, 3421, Muslim: 771)

3. Tempatkan orang lain pada kedudukannya dan masing-masing beri
haknya dan hargailah.

4. Perhatikan,kenalilah keadaan dan
kondisi mereka, dan menanyakan keadaan
mereka dan jagalah rahasianya. (Tirmidzi:
1959, Abu Dawud:4868, Ahmad: 14820,Bukhari: 6289, Muslim: 2482).

5. Tawadhu’lah kepada orang lain dan tidak merasa lebih tinggi atau takabbur dan bersikap angkuh terhadap mereka.
(Muslim: 2865, Abu Dawud: 4895, Ahmad:
8782, Tirmidzi: 2029, Malik 1885, Ad Darimi: 1676, Ibn Majah: 4179.

6. Tersenyumlah ketika bertemu orang lain dengan bermuka manis dan lapang dada.
(Tirmidzi: 1964, 3551, Abu Dawud: 1510,4790, Ahmad: 1998 Ibn majah: 3820).

7. Berbicaralah sesuai dengan kemampuan
akal mereka.

8. Berbaik sangka kepada orang lain dan
tidak memata-matai mereka, jauhi sifat
iri, dengki, hasad, maupun adu domba.
(Bukhori:6058,6065,5052, Muslim: 2526,815, 2559 Ahmad:7296,4905,1166Tirmidzi: 2025, 1935, 1936, Abu Dawud
4872, 4910, Malik:1864, 1682,1684,1885.)

9. Ma’afkan kekeliruan mereka dan tidak mencari-cari kesalahan kesalahannya,
serta menahan rasa benci ter-hadap
mereka. (As Syura: 37,40, Ali Imran: 134)
Tirmi-dzi: 2021, 2029, Ahmad: 15210,7165, Malik: 1885, AbuDawud: 4777, Ibn
Majah: 4186, AdDarimi: 1676.

10. Dengarlah pembicaraan pengaduan keluh kesah mereka dan hindari perdebatan serta berbantah-bantahan.

11. Janganlah menyebut-nyebut pemberian yang telah diberikan kepadanya (al- Baqarah: 262)

12. Jagalah selalu perdamaian meskipun
dengan merekayasa (HR. Tirmidzi: 2509,
1938, Abu Dawud: 4920, 4962, Al-Bukhari:
2692, Muslim: 2692, Ahmad: 17824, 26727,
26962)

^^
semoga bermanfaat..