My fans

16 Sep 2018

SERBU FIDE 2018

SERBU FIDE atau secara tidak akrab memiliki kepanjangan Seruan Buat Buku dari Forum Idekita, merupakan sebuah momentum bersama dalam merangkai sebuah buku yang nantinya akan di cetak dengan standar internasional agar semakin banyak manungsa yang dapat terinspirasi dengan literasi kreatif yang ada.

Kenapa sih kita harus menulis?

Oke sebelumnya, tahukah kamu?
bahwa hingga saat ini, pada zaman milenial saat ini. Kita sudah banyak menghabiskan waktu hidup kita, dengan kegiatan yang sebagian besar melatih otak kita untuk menjadi tumpul. Penurunan IQ merupakan salah satu hal yang dapat diukur dengan perkembangan kecerdasan seseorang. Menurut sebuah penelitian dalam artikel ADN Times, ada beberapa hal yang harus dikurangi atau dialokasikan dengan kebiasaan lain.


  • Mengunyah permen karet
Ketika seseorang mengunyah permen karet, maka aktifitas memori jangka pendeknya akan terganggu. Jika hal ini sering dilakukan, sama saca melatih memorimu untuk tidak Mdengan maksimal. Siapa tak suka permen karet? jika bosan, ialah makanan yang sangat membantu. Tapi, masih mau berlebihan mengonsumsinya?
  • Mengonsumsi Gula
Mengonsumsi gula secara berlebihan, akan mengganggu kerja insuline yang berfungsi menonversikan gula sebagai energi otak. Insuline adalah sebuah zat yang menetralisir gula sebagai energi untuk otak. Misalkan, dalam sehari kamu memakan kue manis, dengan teh manis, dan malamnya kamu minum minuman bersoda atau makanan/minuman manis lainnya. Bisa dipastikan kamu akan mudah mengantuk saat belajar atau bekerja.
  • Terlalu banyak begadang
Hari ini, siapa yang bisa tertidur tepat waktu? hampir nihil. Kurikulum dan akademik yang semakin memforsir waktu istirahat. Media internet yang semakin mudah terjangkau, dan menjadikan orang menjadi sangat mudah tergiur untuk menunggu kuota malam atau menonton film offline. Tentunya, satu jam kamu kekurangan waktu tidur, makan akan merusak dua tahun proses perkembangan kognitir. Hayoloh.
  • Rapat
Dikatakan bahwa dengan rapat, maka dapat menurunkan fungsi bagian prefrontal cortex yang berperan dalam penyelesaian masalah dan turut mempengaruhi IQ seseorang. Eits, yang dimaksud adalah untuk beberapa orang yang seringkali pasif dalam sebuah rapat, tidak ikut andil dalam berpendapat. Atau bahkan ketika seseorang yang terlalu aktif, namun penyampaiannya hanyalah kritik dan komentar, tanpa solusi. Siapa tuh?
  • Menonton Reality Show
Untuk kamu yang menggemari reality show sebagai teman hiburan nih. Pada dasarnya, secara tidak langsung berdampak negatif di otak yang akhirnya mempengaruhi cara berfikir. Mungkin, karena dalam reality show, ada banyak peran dan individu dengan berbagai karakter, jika kita hanya menikmatinya tanpa mencermatinya, maka secara tidak langsung kita akan masuk kedalam dunia yang tidak realitis dengan berbagai cara berfikir yang seringkali berdasarkan skenario.
  • Multitasking
Wah, temanmu mungkin orang yang dapat melakukan banyak hal dalam satu waktu. Mengerjakan tugas, sembari membalas chat dan bermain game, sambil mendengar lagu. Pernah? Adakah?
Hati hati ya, karena sesungguhnya otak kita tidak memiliki kemampuan untuk memproses berbagai informasi di waktu sama. Coba bayangkan kamu sedang belajar, didepan kamu ada guru yang menyampaikan B. Indo, di kanan ada seni musik, di kiri ada ilmu komputer, dan di beakang ada ilmu komunikasi. Pingsan? ah tidak, hanya saja otak kamu lambat laun akan belajar seperti bermain dalam pusaran angin. Mabok.

Oke.
Lalu apa sih hubungannya dengan SERBU FIDE?
SERBU FIDE memiliki konsen untuk tahun ini dalam menggarap cerita pendek,
Gambaran kreatifitas seseorang tentang masa depan yang dituangkan dalam lembar demi lembar menjadi sebuah cerita.

Menulis sebuah penggambaran dalam imajinasi yang di konstrukkan daalam sebuah penulisan, akan sangat membantu kamu dalam merelaksasikan otak, serta mampu meningkatkan IQ dan ketajaman kinerja otak. Masa depan adalah sesuatu yang abstrak. Dan kamu memiliki kesempatan dalam berinovasi untuk membangun masa depanmu. So?

Yuk langsung Cek

Sampai jumpa, 
Manusia masa depan



2 Jul 2018

Angket Evaluasi Proses

Evaluasi adalah harga mati bagi konselor. Evaluasi yang perlu dilakukan dengan cara dan pendekatan yang berbeda dari evaluasi program/ kegiatan lainnya.
Berhubungan dengan manusia dan perkembangan kejiwaan dan pribadi yang hanya diketahui oleh masing-masing individu, mendorong hadirnya evaluasi yang di sesuaikan pada kebutuhan masing-masing individu.

Berikut adalah link untuk angket, yang diperuntukkan bagi siswa SMA se-derajat pada Layanan dan Program BK di sekolah dengan fokus utama pada layanan informasi dan program bimbingan karir pada peserta didik,

http://bit.ly/AngketEvaluasiLayananBKSekolah

Atas kerjasamanya,
Terimakasih

16 Jun 2018

De Ja, Vu. S3

Dua hari sudah ia terlelap nyenyak dikasur putih, berselimut biru.
.
Seorang anak laki-laki usia 9 tahun, berkaus merah, dengan celana panjang hitam, mengetuk pintu dengan bersemangat.
"Kakaak.. aku mau masuuk", dibukanya pintu berat itu, dia terlihat kewalahan dengan dua plastik bersisi minuman dan mainan. "Mba udah tidur, kak?", sambil dengan seksama menyusun minuman dengan rapih diatas meja, sedangkan mainannya ia masukkan ke dalam lemari kecil di bawahnya.
"Udah boy, akhirnya Mba Rara tidur tenang.. kamu udah mandi?", anak laki-laki itu menyeringai dan segera berlari kecil ke kamar mandi di sudut ruangan.

"Kamu mimpi apa Mba? senang sekali kamu nda lagi tiba-tiba terbangun karena tersentak. Seperti orang diguyur air tiba-tiba. Tenang sekali sekarang, tapi segeralah bangun Mba, pasokan minum sudah penuh, kamu haus kan pasti?", wanita muda itu membetulkan kain yang menutupi bagian rambut Rara yang mulai kusut dan kering.

"Kakaaakkk.. odolnyaa, odolnya pedess", anak laki-laki itu bertelanjang dada keluar kamar mandi dengan mata berair.
"Yeee.. kumur-kumur atuh boooyyy, itu di nyalain airnya", wanita muda itu melangkah perlahan sambil memperhatikan gerakan si boy.

Baju putih abu-abu Rara masih terlipat rapih di sudut ruangan, bersama beberapa pakaian di dalam koper. Kerudung putihnya yang masih menampakkan warna kemerahan di beberapa sisi.
Entah, aku pun tak ingat.

#ZhePovEnd

Aku bermimpi lagi, mimpi yang sama selama beberapa waktu baru ini, tak ada lagi mimpi terjatuh dan terinjak. Kini, aku mulai rutin bermimpi tersesat. Tersesat di hutan, di keramaian, di dalam taman bermain.. saat ini aku lelah. Bahkan tak paham, apakah aku perlu mencari jalan keluar.
Setiap ku temukan jalan keluar, tinggal selangkah, kemudian sekitarku menjadi hening, dan mulai gelap.
Aku mengantuk, dan kembali tidur tanpa terpejam.

#RaPovEnd

Kapan Mba Ra bangun ya, aku rindu wajah seriusnya ketika aku berceloteh tentang cerita yang sering teman-teman dan orangtuaku abaikan.
Mba Ra, ayok kita main kucing lagi. Mba Ra saja yang tidak meledekiku saat bermain kucing.
Mba Ra, airnya udah banyak.. ayok minum!

#BoyPovEnd

Suasana riuh kampus membuat sesak nafas. Pun belum bisa bernafas normal ketika menunggu administrator memanggilnya masuk, dengan menunggu di lorong jurusan.

Saat ini seorang konselor berkerudung merah muda terduduk didepannya, setelah mendaftar konseling, ia dihubungi oleh bagian administrasi untuk bertemu siang ini. 
"Hai, apa kabar?"
Wajahnya mulai berisi coretan pensil.

3 Bulan sebelumnya..
"Saya ada kenalan psikolog, nanti saya hubungi orangnya", suara tegas seorang dosen wanita berparas serius.

Kenapa harus bertemu mereka lagi?
#MePovEnd

11 Mei 2018

Hunian Diri

Terkadang,
Kamu akan merasa mual dan ingin memuntahkan sesuatu, ketika kamu sekedar membayangkan bahwa kamu melakukan sesuatu yang sulit dan rumit.
Seperti bercerita dengan sebutan subjek, "aku" misalkan.

31 Mar 2018

Berhati hati

Berfikir adalah kelebihan yang diberikan pada manusia, denganya manusia dapat mengolah suatu bahan pikiran menjadi sesuatu yang dapat dimanfaatkan oleh orang lain, dalam bentuk ilmu yang biasa kita temui dalam buku-buku atau uraian celoteh dari para pemaham itu sendiri.

Pada dasarnya, pengetahuan akan berkembang seiring meningkatnya mutu pertanyaan dalam bahasan mengenai objek tertentu, dengan hal itu maka akan didapatkan suatu paham yang produktif.

Sedikit berkisah mengenai awal semester dalam perkuliahan, seorang dosen paruh baya menyatakan bahwa filosofi adalah ilmu yang penting karena menjadi dasar dari pengembangan suatu hal yang diawali dari kekurang 'nangkep-an' pada suatu proyeksi matrix ilmu baru tertentu.
#ea

Namun sangat penting untuk berhati-hati, karena filosofi sendiri adalah ilmu penalaran, sepanjang kesimpulan saya mengenainya.
Ini sangat berat pada penggunaan perspektif individu dalam menelaah makna dari 'perihal' itu sendiri.

Pertanyaan, ialah kunci utama dalam memulai suatu bahasan pengetahuan yang tidak mudah di 'tangkap' tiap orang, maka dengan uraian penjelasan si 'penangkap' itu, akan dikembangkan dan di pertimbangkan sebagai dasar pengetahuan atas hasil tangkapannya.

Kenapa kita perlu hati-hati?
Hei wahai, perspektif seringkali berkaitan dengan konsep 'saya tahu bahwa saya tahu', dimana bisa dikaitkan dengan keangkuhan pada pengetahuan diri atas sesuatu, maka ini cukup berbahaya jika individu tidak menggunakan 'pedoman pelaksanaan'.4

Oke, bertanya.
Bertanya itu penting, karena dengan bertanya individu dapat menangkap informasi dengan lebih sigap dari kebanyakan orang yang hanya 'kebetulan dapet', hal ini juga dapat menghasilkan sensasi gembira ketika mendapatkan jawaban dari apa yang ditanya. Kemudkan kemampuan bertanya juga penting dalam sebuah komunikasi, ayolah, untuk beberapa orang bisa lebih cerdas dalam bertanya dalam tujuan bersosialisasi, #notlikeme T.T
Yap, itu juga penting.

Tapi ingat, bertanya adalah tahap satu dalam meyakini sesuatu.
Maka bertanya dalam tujuan berfilosofis menjadi hal yang krusial karena seringkali menggunaka subjek atau objek yang pada dasarnya, materinya sendiri bukan hal yang bisa dipahami oleh nalar manusia.

Contoh simple, orang bertanya, "Apakah tuhan benar-benar ada?", biasanya orang akan menanggapi pertanyaan ini sebagai, "Oh dia sedang mencari kebenaran".
What? Ini pertanyaan yang, jangan dicontoh ya.. Kenapa?
Well, karena mempertanyakan ini, untuk era saat ini berarti meyakini dengan taraf sekian persen mengenai pernyataan yang dibuat orang-orang yang tidak mempercayai adanya Tuhan.
Baiknya, segera berwudhu dan bersyahadat jika kamu mempertanyakan, walaupun dari hati. Karena itu bermakna, kepercayaan baru itu, yang hanya sekian persen itu, bisa jadi sudah meretakkan kepercayaan yang ada di hati moe.
Ini satu contoh yaa..

Tahap selanjutnya adalah mempertanyakannya pada orang lain. Yap, ini perlu dalam meningkatkan kapasitas diri individu dalam memahami suatu ilmu.
Tapi lagi lagi.. Sesuaikan kontek pertanyaan, dan objek atau subjek yang ingin kita ketahui, dengan sekiranya pemahaman mengenai 'tingkat' ilmu itu sendiri.

Tahap terakhir pengolahan pengetahuan adalah, bagaimana kamu menyimpulkan kumpulan serpihan puzzle ilmu yang itu tuh, menjadi sepotong gambar yang sesuai.
Sesuai apa? Sesuai pada kaedahnya.. Dan dapat pula dipahami oranglain.

Apakah ini tahapan berfilosofi?
Entahlah, barangkali berfilosofi dan 'semanusiawinya' orang berfikir, tidak ada bedanya.

Filosofi seringkali berkonotasi negatif, karena dapat menghadirkan percekcokan dalam berargumen. Sebab, ya itu, kan ya, penggunaan nalar dan perspektif masing-masing individu, yang di takar dengan ilmu yang dimiliki, dan sangat tidak mungkin ditemukan keimbangan jika di timbang antara satu individu yang berpendapat, dengan yang lain.

Mari kita bahas mengenai cinta.
Dosen pada awal kuliah menyatakan bahwa cinta adalah suatu bentuk rasa atau sensasi yang timbul karena sesuatu dan pada sesuatu. Sedikit ditekankan bahwa cinta adalah hedonisme atas sebuah rasa.
#bah

Perlu ditelan mentah?
Up to you, baiknya jangan. Nanti kamu primitif, aku atut.

Goreng dulu, bumbui secukupnya, agar dapat ditelan dengan nyaman.

Hedon dan cinta barangkali dualisme yang berbeda, hedon sendiri adalah sikap berlebihan seseorang dalam "memblablakan" sesuatu.
Dont too much, nanti buncit :')

Cinta itu sendiri.. Aih, jadi baper T.T
yah, cinta itu sesuatu yang lebih sakral, unik, dan penuh tantangan.
Loh kok?
Ya.. Senangkep saya, cinta itu suatu fitrah manusia yang bak hewan liar, dia bisa mengeong pada individu yang, kita nda tahu, pun kita gatau juga kapan aja-nya. Tapi.. Dia punya pedoman, dan alur permainannya, asik kan?
Yah, fokus kuliah ae dulu yah~ fufufu

Dalam suatu seminar akhir-akhir ini, seorang pembicara menyatakan bahwa ciri-ciri orang jatuh cinta adalah,
1. Hatinya berdegub lebih cepat jika dekat orangnya
2. Selalu ingin bersamanya
3. Kurang suka jika ada orang lain yang mendekatinya

Eh kayanya kurang deh, ya itu yang saya inget.
Apakah ini fakta? Berupa materi saklek mengenai definisi ciri-ciri rasa cinta seseorang?
Nyatanya saya pribadi adalah orang yang sangat mudah mengalami peningkatan degub jantung, bahkan abis minum atau makan, #alayTenanYes

Bagi saya, bertemu orang adalah hal yang menegangkan, kenapa? Karena manusia itu rumit T.T kita bisa dibenci dan dijauhi karena hal sepele, atau bahkan tidak kita ketahui. Why? Karena terkadang orang hanya sibuk dengan 'kepentingan'nya sendiri. Kenapa saya sebut kepentingannya?
Oke, kepentingan seseorang itu bersifat pribadi, itu dapat berhubungan dengan antar sesama manusia atau pada dirinya sendiri, dan kitaa.. Sebagai individu diluar jangkauan ke'kepentingannya' tidak memiliki andil di dalamnya.
Ah rumitkan?
Atau saya yang merumitkannya yah T.T
Daann.. Readers tak perlu menelan konsep ini, ok?

Yap, kita kembali.
Sebelumnya saya bertanya mengenai ciri-ciri diatas, pada seorang kk, dan jawabannya adalah...
Itu mungkin ciri-ciri kita segan terhadap seseorang, saya nda nannya ga suka di deketin orang lain sih~
Siapa yang menjadi subjek dalam pertanyaan saya? Ialah keluarga saya sendiri..
Beberapa kasus keluarga, bisa saja barangkali, untuk timbu situasi semacam itu. Apakah saya cinta? Cinta yang semacam apa? Bahkan saya jeles sama ade-ade saya jika mereka lebih hafal tanggal kelahiran kakak tetangga daripada saya sebagai kakak kandungnya T.T
Apakah ini cinta?
Apakah.. Cinta yang alay :')

Intinya, saya selalu ingin melakukan yang terbaik pada semua orang, terkhusus pada orang yang percaya pada saya.
Dan masalahnya.. Saya tidak terpercaya brur T.T
Jadi.. Selalu ada keinginan untuk membuat setiap orang disekitar saya merasa bahagia, no cry, no depress. Meskipun dengan ketiadaan saya sebagai hal yang dapat membahagiakan orang-orang tersebut.

Jadi.. Filosofi cinta sendiri, sangatlah rancu.
Maka.. Pelajarilah cinta itu, bukan dari pendapat orang.
Tapi, dari pedoman hidupmu itu, sebaik baik pedoman ialah quran dan hadits, sunnah? Pun. Cermati pemaknaan cinta pada sumber ilmu yang 'pasti'.

Gak mahal kok, mau bahas tentang filosofi rezeki?
Nyohh.. Nyoh.. Pira melih butuhe kowe? Nyoh..
#terhipnotisPerilakuYangTakBervaedah

#MePovEnd


19 Feb 2018

Waktunya Esai ^^

Halo Pemuda/i Indonesia!
Saya siap menjadi bagian dari Peserta Lomba Esai Nasional �Peran Pemuda sebagai Pemimpin Masa Depan dalam Mengatasi Permasalahan Indonesia� yang diadakan oleh Kelompok Peneliti Muda Universitas Negeri Jakarta.

Dan saya siap merebut hadiah : Tiket Liburan So
uth Korea (Include tiket pesawat PP, Hotel, Transportasi

, Makan dan Guide), Studi banding ke 3 Negara(Singapura, Malaysia, Thailand), Medali Emas, Perak dan Perunggu, dan E-Sertifikat untuk Semua Peserta.
Pendaftaran : www.bit.ly/REGLENKPM atau kunjungi @lombakpm

DEADLINE Pendaftaran 20 Februari 2018.

#LENKPM
#LombaEsaiNasional
#WinnerTripToSouthKorea
#WinnerTripTo3Countries
#WinnerGetDroneFPVWiFi
Jangan menyerah, itu  berat. Berjuang saja, dan terus mengusahakan kesuksesan di depan. ^^

Kamu tidak sendiri, jangan sedih. Jika senangmu hilang, kamu akan kembali sendiri. #EhApaanNih -____-

6 Feb 2018

De Ja, Vu . S2

Ini pertamakalinya anak itu memasuki bangunan itu.
Wanita yang membawanya sibuk melangkah cepat sembari memperhatikan peta bangunan di sudut kanan lorong yang cukup sesak, di kanan kiri dipenuhi orang paruh baya di bangku panjang berwarna hijau.
Dia kembali melangkah mengikuti wanita didepannya, sesekali berhenti sejenak ketika bertemu dengan beberapa orang.

'Bagus. Aku suka bangunan ini,  astaga! Lihatlah bahkan ada air terjun di taman itu!' Anak itu tidak pernah berhenti sedikitpun mengamati sekitarnya.

"Misi ya Dek,", seorang pria dengan masker mengejutkannya, ia segera beringsut mendekati tembok di sisi kanannya. Pria itu melenggang dengan kursi rodanya.

'Apa pria itu sedang malas berjalan?'

Sejenak dia berdialog dengan dirinya mengenai alasan pria tersebut berada di kursi roda. Tak hanya satu, bahkan ada anak kecil yang duduk manis di kursi roda, dengan sarung tangan berbahan kain, 'oh lihat! Sarung tangan itu terhubung dengan sebuah kantong air di ujung tiang pada sisi kanannya, anak itu apakah begitu lelah berjalan? Bahkan dibelakangnya seorang lelaki paruh baya mendorog kursinya dengan wajah lelah,'.

'Tempat yang unik'
Dia paham betul tempat apa itu, ia mencoba menghadirkan 'percakapan' untuk menemani diamnya.

Wanita dan anak itu mulai memasuki lorong yang berbeda, dengan banyak pintu.
Nampak lebih sepi dibanding sebelumnya.
Aroma pekat dari bangunan itu, dipadu dengan udara yang panas, menjadikan sensasi lelah ditiap helaan nafas. Berat. Entah apa yang anak itu fikirkan mengenai ini.

-R. Psikiater Anak-

Ia tertegun sejenak,
Sebelum duduk di bangku panjang yang berada tepat di sisi kanan pintu itu, ia sempat membaca tulisan itu, ia terbiasa membaca apapun yang ia lihat. Yah, itu hal biasa karena anak itu sudah mulai membaca tulisan di koran sejak umur 4 tahun.

Dalam diam anak itu berfikir keras, tentang makna psikiater yang tidak ia temukan dalam pengetahuannya.
Ia menyerah, dan mulai memainkan ujung krudung birunya.

'Bosan', ia mencoba turun dan menjelajahi lorong itu, namun langkahnya terhenti ketika namanya disebut oleh seorang wanita berjaket putih.

Ia mengikuti langkah kedua wanita itu, memasuki sebuah pintu.

'Dingin dan segar', sensasi pertama yang ia rasakan ketika memasuki ruangan itu.

Kedua wanita itu mulai becakap dengan nada yang penuh tekanan namum teramat pelan.

Anak itu mulai mengayun-ayunkan kakinya, 'mual' entah mengapa ia merasai mual sejak pertama duduk dikursi tinggi itu. Menggerakkan kakinya seperti memberi dukungan pada perutnya untuk menahan mual itu.

"Halo cantik, apa kabar..?", wanita itu tersenyum sembari menjulurkan tangannya.

Ah, ingatanku.
Hanya tergambar sesosok wanita dengan coretan pensil diwajahnya, bahkan aku tak mengingat sedikitpun tentang percakapan hari itu. Yang aku ingat, anak itu mulai memasang puzzle dengan santai, dan menggambar gunung sesuai gambar pertama yang ia lihat di ruangan itu.

#MePoveEnd

5 Feb 2018

Senandung Ilusi

Pelangi malam adalah sebuah proyeksi arti dari harapan
Mengagumkan dengan goresannya yang elegan
Ringkas saja buratan di lembar yang kelam itu
ku sebut itu rumah
Selalu menarik tuk di sarangi
Nyaman dan menyenangkan..
Namun raga ini payah dan kalah, Ia tak tergapai.
Bak meratapi senandung ilusi
Yang nyatanya tak pernah ada
Hanya bintang yang teronggok tak pasti
Satu dua, berbinar salah tingkah
Menyuarakan sisa cinta dengan sunyi

Angin dingin dalam gulita tiap pekan, tak bosan

Untuk Maha-ku

Sang Maha,
Kau ciptakan tiap tiap aku dengan sempurna..
Buih manis dalam kumparan kehidupan,
Kau dendangkan dalam awal nafas tunggalku.
Terujarkan, Kau islam.. kau selamat, hai manis.

Kini umurku telah cemburu dengan waktu
Lara menggelayut di pelupuk lautan langit
Menyaksikan aku yang tak tahu malu
Masih tertidur manis, sedikit menggeliat
Saudaraku mati, beriring detik lelapku

Sempurna apa makhluk ini Maha-ku?
Bilamana tak pandai sempurnakan imanku?
Manis hidupku, mengguras habis beradabnya kalbu.
Aku malu, Maha-ku
Ku tak pantas akan hidupku, Maha-ku

Bahkan nafasku tak kan pandai, bila orang lain tak sudi melahirkanku
Bahkan langkahku tak kan pandai, bila manusia lain tak ajarkanku
Lautan langit bersaksi, manusia lain hidup untuk menghidupiku
Maka hidupku, untuk tiap-tiap selainku

Aku padaMu, menuju pemuda beradab di Era Global bisu.

Bermimpi, Menangis, dan Melesatlah!

Wahai waktu..

Kini aku bertanya pada genangan yang diam
Menanyakan nasib jiwa mungil yang kian padam
Aku bertanya pada fatamorgana yang suram
Menanyakan generasi emas bangsa yang kau kecam

Karena diatas rumput hijau tak bernyawa
Jari kecil kan selalu tersenyum bahagia
Menjentikkaan alun melodi tanpa lara
Dan menari diatas nada-nada dunia

Karena dibawah langit biru tak berangin
Irama mimpi melambungkan asa yang berlantunan
Berlompatan mereka dengan riang tanpa keraguan
Menggapai tujuan dan angan bersamaan

Kini kau terbangun dan mulai menangis
Menangisi mimpi dan kenyataan yang tak dinamis
Aku hanya diam dan merengkuh wajahmu yang pias
Namun ku yakin hatimu bukanlah kapas

Percayalah waktu yang akan membalasnya..
Pejamkan matamu, dan berlarilah..
Karena yang terlemah akan menjadi yang terkuat

Generasi emas, yang lebih bersinar

Awal Fajar

Gua yang lembab
Tanpa kebisingan
Gelap dan sepi..
Saat yang tepat bagi kepekatan malam
Menyerbu dalam diam
menarikku kembali bersembunyi bersamanya

Takut
Detik yang menakutkan..
Jeritan yang terbungkam dan terabaikan
Kembali menari di atas dinding gua
Seakan nafasku mencekik tanpa beban

Larut..
Kian larut, terlalu larut mungkin
Larut yang sendu nan mencengkam
Kembali memaksaku meringkuk dalam kekosongan
Membisikkan harapan kosong dalam menanti..
Untuk datangnya yang dijanjikan..
Aku akan terus menantimu,

Awal fajar..

Aku Bosan, Yah.

Terduduk kaku dipojok lorong yang sesak
Ini, aku disini..
Kupingku pecah.
Mengotori lembar tugas yang tersumpal padat,
Seakan begah tumpang tindih di dalam tas kecil ini

Katamu aku harus belajar dengan benar, ya kan
Agar otakku encer.
Kupun tetap belajar dengan baik agar kau tersenyum
Ah, manisnya senyummu itu.

Satu dua puluhan piagam melatari ruang santaimu
Otakku semakin encer, kan yah?
Kau terenyum manis, saja
Lama- lama aku bosan yah.

Kepalaku terhuyung konyol pagi itu
Isinya cukuplah otakku yang encer
Terombak kecil ditiap langkah
Tak apa, katamu
Senyum manis itu lagi, ah

Sore itu,
Terduduk kaku di pojok lorong yang sesak
Cairan otak mendebur dengan garang, penuh, katanya
Kepalaku mengamuk, ingin dikosongkan.
Lelah menghadirkan ketidak nyamanan, hanya semakin penuh dan penuh
Kupingku pecah.

Bolehkah aku tak belajar sejenak?
Menekuri arti kebenaran sepertinya asik yah
Senyum manis itu mencicit kabur
Tak boleh?

Ah, Aku bosan yah.
Ku panggil sajalah engkau,
kampusku yang manis.
Ceracasku, agar di hari kelahiranmu nanti

Senyummu, Bijakmu

-Sebuah puisi lawas, dari beberapa masa di awal perkuliahan-

Sekarang Bagaimana?

Opini

Pendidikan Indonesia memiliki konsep pendidikan yang tidak jauh berbeda dari konsep pendidikan pada umumnya, pemegang filosofi pendidikan yang sangat dasar dan bahkan cukup memprihatinkan dibandingkan dengan berbagai negara lain yang menghadapi esensi dari pendidikan dengan cara yang bijak dan universal secara maknanya.