My fans

24 Jan 2017

Typed.

Dan lupa lagi..
typing typing itu hanya percakapan semu..
nyatanya hanya sunyi yang tersisa usai ceklis dua dan berbagai emot ceria lainnya.

Kasar benar bila ku sebut itu.. percakapan formalitas.
Seperti memakan krupuk udang yang nyatanya kertas. (?)

Renyah benar tiap cuitan dalam percakapan ramai berisi lelucon atau seedar saling sapa..
namun saat diam, senyap itu seketika mendustai dengan hambarnya.

Beberapa memang.
Beberapa orang benar-benar peduli dalam tiap kalimat tanya terakibat kesulitan bersua antar wajah.
Sedang beberapa hanya.. berusaha terlihat akrab. berusaha terlihat peduli..
berusaha terlihat 'manis'
Ini kasarnya.

Ah
semu.
dan.. aku lupa benar.
nyatanya lingkaranku sempurna tanpa derik sedikitpun.
Sehening menanti fajar.
sehening.. penantian entah.

#Me Pov End

18 Jan 2017

Judulnya, Tentang Kamu

Hai readers,
di atas laju kereta jurusan Jakarta-Malang yang tenang ini.
Malam,
pemandangan gelap menemani njes njess yang sesekali berguncang.
Tercatat di timerku sejak pukul 15.15 kereta berangkat, 9 jam lewat 10 menit lagi InsyaAllah sampai~
Pegal?
hmm ya sedikit,
Haus?
Ya! pasti! ^^
aku lebih cepat haus daripada kelaparan~
Mangantuk, kah?
Hmmm..... ntahlah, mataku bahkan sakit untuk terpejam barang sekali, dikarenakan posisiku yang peweless alias ga deket jendela huhu T.T
Tak apa, beberapa jam di atas kereta tanpa henti, ditemani tulisan yang selalu membuatku berharap menjadi salah satu pemeran di dalamnya.
Bang Tere,
(Fyi: dulu manggilnya mba tere karna kukira perempuan)
selalu cakap meramu cerita, dengan cerdas menyampaikan petuah tanpa konotasi ber-ego state orangtua.
Tentang kamu..

9 Jan 2017

Percikan Api

Bukan sebuah sambaran api,
hanya percikan kecil tak berfaedah berbentuk kembang api~
Tak menghangatkan,
pun tak bisa menerangkan.
Jika tak salah, pertama mengenal ketika sang gagah menggantungkannya di pepohonan demi senyum polos kami.

7 Jan 2017

Candu

Candu,
candu...
Candu.
Berkali-kali sorot mata mematikan waktu dalam diam..
Memandang suhu yang semakin berwarna, entah hitam entah putih..
Tergelak bersama aku dan daku.
Apa yang kulihat?

4 Jan 2017

Project

Ohayo!
Assalamu'alaykum ~

Apa kabar wahai kekamu kamu yang lagi libur?
semoga liburnya tetep libur yah sampe nanti esok hari tak libur..
#Berat berat berat -_-

Yosshh
Waktu itu sempet liat acara TV, lagi iseng liat channel
ada acara WIB, waktu Indonesia bercanda~
tau kaaan tau kan taukan,
huh hah!
maap yak lagi feel sumringah today(?)
lagi sebel sebenernya, tapi gatau rasanya excited bangey~ apa gegara tadi make masker dan wortel dingin ._.
#ini apa T.T
#skip

Nah ya di acara ituuuu ada tebak tebakan, sempet liat satu tebakan doang sih. no problemeyhehe

tau sudoku ga? yang make angka2 gituu
nah yak.
yaudah.
#krik

nah oke, tebak tebakannya ituuu ngisi kotak2 trus ada cluenya gitu, lupa namanya ._. tts? bukan silang tapih
kaya.. teka teki mendatar dan menurun ._. apa ituh

iya jadi, pernyataannya "Tetap bekerja disaat waktu libur"
kotaknya 5, awalnya p.
ayo tebaaakk...
.
.
Piket?
no.
.
.

tenodd
waktu habis.
jawabannya adalah.. kalo yang di WIB,
PakRT .____________.
#harap maklum
#mohon bersabar ini ujian
harusnya mah
#mohon tenang ini ujian yak ^^

ini sebenernya mau nulis apaahh T.T

lucu ga si? wkwk itu satu pertanyaan doang loh~
ga lucu yak, yodalah.

Jadi gini, yang mau ku sampein adalah...
jawabannya bisa selain PakRT.
wait.
wkwk
masih gagal paham sama jawaban ituh
fufufufufu~

iya, jawabannya bisa juga jadi,
PMUDA.
lah maksa 😂
gapapa yang penting itu.. sebuah.. hal yang.. ga penting 😂😂😂

eh bener tau,
coba kalian pikir..
berapa banyak pemuda, i mean "mahasiswa" yang masih UAS disaat ade ade dan tetangganya udah liburan 😂
iri hati? enggak dong yah
pemuda teh bukan orang yang tergantung sama "libur", yakan? yakan?
#nyaripenguatan

Yap, itulah serunya jadi pemuda, makanya Allah kasih tenaga lebih buat pemuda biar bisa ngelakuin hal bermanfaat lain.. kaya contohnya, ikut lomba makan sambel tanpa cabai, atau.. lomba minum dengan air.
#gatauinisiapayangnulis
#writerkabur
#hening

ehm.
maap maap. Hal tak terduga sering terjadi..
Pemuda itu bukan pemuda kalo kerjanya mikirin diri sendiri terus dan milih gleyehan disaat sekitarnya berapi api melakukan hal produktif.
apapun.
kalian pasti bisa lebih "cerdas" memikirkan kemungkinan tentang hal produktif.

Sedikit penutup,
aku lagi tergiur sama beberapa lomba nih, ga berharap menang sih~ tapi mau ngisi berbagai kekosongan juga, kan udah ga efektif masuk kampus kan
yang ku lakuin ini sebut aja project.
semoga tahun ini, aku bisa semakin produktif.. dan ga mikir ribuan kali mau di share atau nggak. semoga.

Ku tau kau pun punya projek~
kau dan aku tahuu
tahu tahuu
tahuu bhulad digowrenk bhuwlad bhuwlad.
#what.?
#oke im fine

#MePovEnd

2 Jan 2017

Janji untuk Berjanji

Setiap hati mudah sekali terkikis oleh arti janji yang mudah sekali melukai..

Iya janji kok nanti..
Iya nanti yaa..
Aku janji deh kalo..
dan bla bla lain.

Janji-janji diperanak dengan atau tanpa rasa sadar yang mengalir tiap berucap
Halus sekali irisannya, atau bahkan mampu menjadikannya hasil irisan yang indah
tetap saja ia mengiris, dilema dalam sebuah janji.
Menanti sebuah janji yang diucapkan bahkan seringkali menjadi irisan unik tersendiri.
Janji.

Suatu cermin datang menghampiriku.

"Wahai pribadi yang berkaca, janjimu cukup banyak melukai tiap hati yang menyimpannya."

Bukan sebuah lagu lama cinta yang saling menepikan arti hati yang terpatri diam-diam. Menyimpan janji untuk hati yang terikat diantara puluhan mil yang tersekat antar pulau.
bukan,
ini tentang arti janji dalam berjanji..

dalam Al-Quran surat An-Nahl, ayat 91: “Dan tepatilah perjanjianmu apabila kamu berjanji dan janganlah kamu membatalkan sumpah-sumpah itu, sesudah meneguhkannya, sedang kamu telah menjadikan Allah sebagai saksimu. Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang kamu perbuat.”

Awal aku mengenal janji,
tak jarang yang ku ingat hanyalah tentang pengingkaran janji.. tentang sebuah pelanggaran ucapan dari untaian kalimat indah dalam janji.
ingatanku hanya penuh dengan janji yang diingkari, ataupun janji tanpa janji.
Kecewa adalah hal yang manusiawi.
Maka aku belajar merasakan kecewa sejak aku mengenal janji..

entah mungkin janji dan kecewa menjadi kawan seperanakan yang saling mengawani satu sama lain.

Pada dasarnya,
mungkin,
perkawanan itu adalah cara agar kita..
belajar memahami janji, agar membentuk sayatan berfaedah..
belajar menepati janji, agar tak melukai
belajar menyiapkan diri atas janji, agar hati yang kecewa mudah memaklumi.

Ini tentang belajar,
pun tentang bersabar..

#Me End Pov