My fans

20 Agu 2020

Bilangan Waktu

 Kamu berada pada fase ku kemarin lalu


Di mana..

Tentang kamu adalah rasa takut

Tentang kamu adalah rasa sakit

Tentang kamu adalah rasa kecewa

Tentang kamu adalah trauma.


Tak apa,

Kemarin pun yang ku perlu hanya waktu.

Mendebat diri untuk menyederhanakan rasa

Memangkas dan merapihkan emosi jiwa

Melipat ego 

Mengemas kemarin lainnya yang lupa dimaafkan.


Maafkan aku, aku.

11 Agu 2020

A tale of tedy bear

 Anak kecil itu sudah bersiap tidur, mengambil tedy bear besar berwarna hijau kesayangannya.


Setelah membuat bantal dalam posisi nyaman, ia berbaring dan mendekap tedy bear di depannya. Tak lupa, ia menggenggam erat tangan tedy bear yang lembut.


Ibu panti memasuki ruangan kecil berisikan 3 keranjang tingkat, anak kecil itu berada dikasur paling kecil di sudut ruangan, tanpa ranjang.


Lampu dimatikan dan malam semakin terasa sepi.


"Hey", suara asing terdengar samar oleh anak kecil itu.

Ia membuka mata perlahan, hawa dingin yang menusuk, membuatnya kembali memejamkan mata setelah merapatkan tubuhnya pada tedy bear.


"Hey", suara itu kembali muncul.


Anak kecil itu sudah separuh tidur, dan hanya menjawab pelan, "Hmm? Ada apa?", Sambil tetap memejamkan mata.


"Kenapa kamu slalu memelukku? Apa kamu memang suka pelukan?", Suara itu terdengar lebih jelas dan membuat anak kecil itu membelalakkan matanya.

"Apa itu kamu? Tedy bear?", Sambil menggenggam tangan tedy bear lebih kencang, ia berusaha menenangkan diri.

"Ya, kamu mendengar pertanyaanku? Jawablah.. waktuku sangat sedikit", suara tedy bear meresap kedalam serat-serat boneka dan terdengar jelas di kuping anak kecil itu.

"Apa aku hanya harus menjawabnya?", Entah mengapa rasa terkejutnya hilang dan ia kembali tenang.


"Ya"


Ia menjawab setelah mengendurkan cengkramannya pada boneka itu, "Karena aku kedinginan.. aku gak tahu, setiap waktu rasanya sangat dingin. Minggu lalu seorang donatur menyumbangkan beberapa boneka, ibu panti memberikanku boneka tedy bear hijau karena tidak ada anak yang mengambilnya. 

Dan kamu tidak pergi, setiap orang selalu pergi meninggalkanku, tapi aku baik baik saja.

Hanya rasanya sangat dingin.

Kamu datang dan tidak pergi, tapi kamu boleh pergi kapanpun karena aku tidak akan kenapa kenapa, aku rasa dingin adalah jatidiriku.

Terimakasih mengenalkanku tentang rasa hangat. Meskipun tidak pantas mendapatkannya dari oranglain, terimakasih untuk pernah tidak pergi, dan menghangatkanku

Anak kecil itu sedikit mengeratkan genggamannya pada lengan tedy bear, beberapa detik kemudian ia menangis.. menangis tanpa suara hingga waktu yang lama.


Ia terbangun di pagi hari, bersiap menghadapi hari dingin yang lainnya.

 Ada yang lain yang sakit.. bukan cuma kamu.