My fans

30 Jun 2016

Hujan, Op. Cit,. 1.6

Assalamualaykum..
Hai readers!
whats up oy~
nih ku kasih 
Jangan bozan bertemu zayah yah ^^
lagi pengen nuangin air yang lumayan banyak.. lets cawww~
......
eh? btw, kok ada opcitnya mba?
opcit bukannya buat makalah dll?
hmm.. itu buat semacam perhatian aja, karna judul itu udah ada sebelumnyaah~
#skip
okeh.
Kapal kita kini berhenti di sebuah dermaga cerita yang baru.. berhati hati membaca dan jangan lupa barangkali anda lupa ini mau kemanah~


._.
Kamu.
pernah gak ngerasain dipeluk madermu?
dipeluk fadermu? dipeluk ketika kamu bener bener lelah sama apapun.. atau disaat kamu kecil disaat kamu malu masuk tk yang baru? atau semacamnyaa?
pernah gaa? pernah khaann kan kan kann?
ehm.
Nyaman ga? rasanya kaya kamu mau seketika waktu berenti gitu aja? rasanya kamu mau ngeluarin semua rasa dihati?
yah? gitu yah?
hmm aku sih ga tau hehe
.
.
keren yah...  ._.
Itu mungkin cara nyaman kamu.
Tapi kalo aku.. ngerasa nyaman banget kalo liat hujan.. wanginya.. polanya.. hawanya..
yah kaya dipeluk gitu aja sama angin hujan.. semakin kenceng apalagi~
tapi sayangnya.. sama kaya kucing kecil yang kadang cemen ituh~
well, kucing ga suka air kan? tp jangan berfikir aku gak suka air ._.
kucing juga sebenernya suka hujan.. dia suka lari larian main sama becekan sejenak sampai akhirnya ketempat kering, dia bukan gak suka, tapi tubuhnya gak bisa
#DEMIAPAadakucingbegini ._.
Selalu berharap bisa berada ditengah hujan sampe dia perlahan pergi..
tapi.. gak tau. kenapa pula harus gak bisa~
efek otak kecilku yang sempat berdarah di kelas x sukses ngebuat badan ini jadi rentang sama hal hal yang dulu gak ada efek sama sekali.
Hujan selalu menyenangkan.. sekarang, ketetesan satu dua aja udah lebay banget kepalanya~ jalan kaki agak lama aja udah cape kepalanya~ bah
semoga cepet sembuh wap, biar gak nyusahin orang lagi..
#skip
However, kadang aku mau ngerasain nyaman yang normal~
Ngerasain sesuatu secara normal.. mau nangis ya nangis.. tapi ya this is me.
Banyak banget hal aneh yang berubah gitu aja semenjak ini itu..
although.. sometimes just felt tired.
Hujan tetap memeluk dan membawa pergi setiap rasa sakit dan duka....
#Me Pov End

Mine

Ini tentang rasa..
Merasakan dengan pasti, 
bahwa nyatanya masih saja memiliki
kukira sudah mati.. 
Aku pernah mencari, 
arti sejati tentang memiliki 
memiliki... hati.

23 Jun 2016

separuh arti rasa

ketika terlalu bodoh untuk memahami..
terlalu bodoh untuk terus berharap.
terlalu bodoh. untuk tetap menjadi takut..
.
mengandai bilah suara membesat pita
melukai suara kata yang mati tanpa makna
banjir sudah tanpa dielika.
berisik.
berisik sekali larutan hening ini..
sesekali cipratannya mengenaimu kan.
menodai keramaian dan kehangatan..
.
nikmat semu.
menyadari diri terlalu bodoh.
untuk terus menodai dan mengusik..
.
mungkin itu masih sama..
aku dan kamu tak pernah sama..
dan begitu saja arti rasa~

22 Jun 2016

celoteh Frienship

Pelangi adalah persahabatan...
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

Biru Dongker

Rindu mereka.. 
yang selalu kuat. 
Selalu bersama.. 
Melihat mereka mengingatkan persahabatanku dengannya~
Seperti Maple yang menyegarkan untuk dipandang bersama strawberry.. ^^
#Gaknyabung
Berawal dari terlambatnya mengisi form di stand.. kosong, sudah habis jadwalnya.. 
Aahh menjadi ceroboh memang sedikit menyulitkan~
Namun leganya ketika ada yang mau menghampiri dan membagi info MPA yang seharusnya lebih awal kudapat..
Ah, pasti aku terlihat bodoh dengan segala kecerobohan itu..
Orang itu, aku yang selalu malas menghafal apapun itu ._.
membuatku seketika berjanji untuk mengingat nomor hp ku, selamanya.. agar suatu hari jika ia bertanya, dapat ku sebut digitnya dengan senyum kepuasan.. *skip
Mengejar waktu untuk mendapatkan kamar kos untukku, berakhir kami berjalan menyusuri kampus bersama.. meskipun (lagi2) berjalan dengan orang asing begitu kuhindari.. tp, entahlah~ 
ada yang menarik.

Entah mengapa sore itu sangat berangin.. 
Berjalan berempat, mereka dengan temannya(akhir2 ini baru kenal).. yang sama2 asing bagiku..

Daun itu terjatuh.. bersama langkah kami..
Dia. Dengan langkahnya yang lincah, dan senyum polosnya dengan lesung kecil di pipi bawah.. lucu. Orang ini menghapus pendapatku tentang anak mahasiswa yang kaku.. ketika.. "Eh ini daun apa ya? Daun itu yg di luar.. maple ya?", ah maple.. daun yang selalu indah.. 
BTW ka -_- itu daun ga ada mirip miripnyaa sama mapple ._.
#skip

Beruntung, sempat kita dapat melihat keindahan bersama.. meski begitu singkat. Keriangannya.. membuatku berfikir, tidak semua mahasiswa harus bertingkah jaim, aku ingin tetap menjadi diriku..

Hingga seterusnya.. entah mengapa bercakap dengannya begitu menyenangkan, tak banyak, hanya saling menyemangati antar panitia dan peserta.. namun cukup membuat fikiran menyerah membuat atribut menghilang.. 
3kali saja kita sempat bertemu~ 
hanya 3 kali. Tapi selalu saja menyenangkan..
terakhir kali kita bertemu.. di depan pusaranmu, aku hanya bertanya pada sahabatmu, "kak, kenapa nggak pake bunga warna dongker?"
hanya itu. bahkan aku tak mampu berfikir untuk menangis..
sakit. begitu saja ka.. seketika aku begitu marah padamu.
pergi begitu saja. Membawa pergi pecahan cerita cerita~

Hanya menjadi begitu rapuh saat kembali ke kos. sendiri.. menyadari betapa sakitnya~
bahkan bapak kosku mengira bahwa aku begitu cengeng.

itu sahabatmu, orang baik, meski aku bukan siapa siapa.. 
seberapa sibukpun orang itu..
hampir tidak pernah mengabaikan celotehanku.
baru ku sadar bahwa ternyata dia ketua BEM prodinya.. 
Kini.
MPA sudah terlewat.. 
namun melaluimu, dengan kuasaNya..
aku menemukan figur di balik langkah raguku memijaki perkuliahan..
mereka. 
Kakak kembarku.

-SS-

16 Jun 2016

Senandung kucing kecil

Bercengkrama dengan kesemuan..
memangnya apa yg harus diharapkan?
bukan gelas yang cukup besar..
terkadang tumpah di sembarang tempat.
maaf kan..
ku pahami bahwa kerancuan ini blm berhenti..
bukan hal penting. ku tahu.
semu yang menyakitkan..
namun,
mengharapkan adalah kebodohan.
disaat kau tau tak akan menggenggam angin lalu pun.
tak satupun.
haruskah kembali menjadi gelas pecah?
ku tahu ini kesemuan..
namun apa yang bisa kuharapkan?
maafkan gelas ini... abaikan saja.
seperti biasa..

7 Jun 2016

Ada apa dengan mahasiwa?

Ini tentang kamu, ya kamu.
Mahasiswa yang katanya cerdas, melampaui sekedar siswa di sekolah-sekolah. Yang baru saja kemarin memboikot rektor untuk menurunkan UKT dan menghilangkan uang pangkal atas nama, kebersamaan.
.......
Renyah.
.
.
Menengok kenyataan miris beberapa hari yang lalu, tepatnya 30 Mei 2016.
Sempat-sempatnya aku mengambil hasil rongent siang itu, motor kakak kelas yang kupinjam dengan terburu-buru selepas menjaga stand untuk mahasiswa baru yang ingin konsultasi.
Mengebut dijalan raya memang menyenangkan, namun tetap saja harus memperhatikan lalu lintas untuk menghindari hal yang tidak diharapkan.
Jujur saja, aku memang terburu-buru.
Karena ada agenda lain yang ingin ku kejar setelahnya.
Namun begitu saja, banyak orang-orang yang (mungkin) lebih terburu-buru dari ku hingga menerjang lampu merah begitu saja.
Ah sudahlah, setidaknya mereka selamat.
Kembali dari klinik seusai mengambil hasil lab dan rongent, langsung saja aku cap gas menuju kampus lagi. kembali ke yang katanya miniatur negara itu.
Lancar.
Meski harus mengerjap-ngerjap karena tidak membawa kacamata.

Ekhm, sekian prolognya~

Kampus sudah ada di sebelah kananku, namun macet akan mobil-mobil mewah yang diisi satu dua orang sukses memblokir jalanku.
Setelah menghentikan sebuah mobil fan kurasa jarak antara dua mobil cukup. Perlahan aku menyebrang untuk memasuki kampus.
Namun seketika, Brakk!!
Dengan sedikit kenalaran tentang apa yang terjadi, aku mengegas motor agar tidak tertindih. Huft alhamdulillah..
Eh?
Motor itu terjatuh??
ahh.. debaran itu makin kuat. Apakah.. ini namanya cinta?
*skip
Dua orang. Keduanya lelaki yang kini mengerang dihadapanku.
Dua motor yang tertabrak cukup keras.
Menyadari bahwa ia bukan mahramku, aku hanya melihat saat satpam menghampiri dan membantu berdiri.
Seseorang bahkan begitu kesakitan saat kakinya diluruskan.. Ah pak.. maafkan aku.. Setelah si bapak baikan, aku memberi sedikit uang pengganti untuk spionnya yang copot, dan lukanya yang cukup mengerikan.
Kembali aku pamit untuk melanjutkan agendaku.

Ah tidak, motor yang ku bawa tidak apa-apa.. Kakikupun hanya nyeri dibeberapa bagian..
Tapi jujur saja, hatiku sakit.
Sebut saja aku baper.
Yah kamu benar, aku baper..

Gerbang depan Kampusku selalu ramai, bukan oleh kendaraan yang menyebalkan itu.
Tapi oleh deretan mahasiswa yang memilih menghabiskan waktu senggangnya bercengkrama sambil 'nongkrong' mulai dari gapura hingga ujungnya.

Sabarlah hati.
Melihat hati mereka yang letih.. mungkin sistemnya sudah aus akan canda dan tawa.
Bukan tentang hati mungkin, Gerakan kecil saja tak ada.
Tidak. tidak ada mahasiswa yang membantu.
Bukan aku!
Tak perlu aku yang kalian bantu.
Bahkan mirispun tak tergambar di raut kalian.
Terimakasih.

Itu aja sih.
Untukmu, untuk kita. Mahasiswa.
Apa gerangan dengan hati kita?

2 Jun 2016

😅😅😅😅😆😆😢😕😢😣😡😠😡😕😢😕

Hadirmu..

Ehm,
cek sound cek sound..
Seketika ingin kembali membara seperti ketika.. ehm, bahkan belum membarakan apapun~

,....................

Bertanya pada desir angin..
menanti..
Masihkah ia hadir,
dikala hujan turun bersama derak alunannya?
Rasanya letih,
Hanya mampu menengadah menanti harum khas hujan..
Percikannya yang menyadarkan dari lamunan
entahlah,
Berharap ia masih hadir dalam kepulan jiwa yang mulai terkikis kehampaan..
ah terfikirkan.
selalu terfikirkan ketika hujan mulai berlalu
berputar.. melewati hujan yang berbeda setelahnya
semoga akan tetap bertemu, dengannya..

-spirit-

Saat langkah2 terasa begitu berat, namun entah apa yang memberatkannya..
malu kawan, malu melangkahi tanah ini.
Tanah yang rela terinjak setiap waktunya, takut. Aku takut..
Aku takut dan malu, bahkan ketika hanya memandangi apa yang kita pijak..
Pernahkah kau bertanya?
Bekal apa yang akan kau bawa untuk mengunjunginya.. mengunjungi tanah, tempat transit mutlak untukmu, untuk kita..
Semoga hujanNya, membawa setiap semangat dalam tetesannya..

1 Jun 2016

Air terjun

tidak.
Bukan tembok besar yang selangkah didepanmu untuk memberhentikan..
bukan arus angin yang menebas asa bersama gerombolannya untuk mengecilkan..

Bukan.
Dan akan selalu bukan..
mungkin itu air, jurang air kah?
sebut saja air terjun..

Hempaskan!
hempaskan saja hatinya biar merah.
lemparkan saja hingga terbelah.
Singkap segalanya agar cerah..
agar tak menggelapkan keseharusannya.
aku harus menghilang..
tanpa seruan,
tanpa lambaian.
hanya langkah sendu hamba yang selalu bertanya~