My fans

28 Jun 2014

Cerpen



UNFRAGILE



Suatu masa di pedalaman pulau Wafininggroffe, ada sebuket kecil keluarga bahagia.
Dipimpin oleh seorang Ibu berumur 33 tahun, beliau adalah seorang single parent, di usia pernikahannya yang masih muda.6 tahun, dia harus kehilangan suaminya yang sedang dinas ke luar negri, tepatnya di tempat kelahiran suaminya.korea.
 Sang ibu yang juga sempat bekerja di sana, selama 5 tahun dan mengganti nama asalnya dengan nama korea, Kim Jung hwa.

Di pernikahan tahun pertamanya beliau mendapatkan 1 putra kecil yang lucu, yang dinamakan Kim arye jae. Disusul 3 tahun kemudian dengan bayi perempuan imut bernama Kim eun wa, tiga tahun selanjutnya beliau dikaruniai seorang perempuan lagi yang bernama Kim Song we.
Apakah penulis hendak menulis biografi sebuah keluarga saja?

Tentu tidak,

Apa artinya judul diatas?
Bukan kiasan atau hal-hal tidak tidak penting lain, tapi isinyalah yang membuatnya tidak penting.



Suatu sore menjelang magrib,

Eun-ha dan adiknya Song- we sedang berjalan menyusuri pesisir pantai untuk ibadah malam, keduanya asik bercengkrama sambil sesekali bermain air pantai yang meninggi.
Song-we menaburkan pasir pantai yang basah ke atas kepala kakaknya dengan iseng,  eun ha membalasnya sambil melempar meriam(?). 
Mereka berhenti saat mendengar kumandang adzan dan mempercepat langkah mereka. 
Mereka kembali ke rumah setelah sholat isya, suasana pantai sangat sepi dan dingin.

“eonni.. aku takut,” song-we mendekatkan tubuhnya. “kau ini! Segini saja takut..! Nah, lihatlah ke langit, aku Tanya ya? Mengapa bintang hanya keluar di malam hari..?” Eun-wa ingin mencairkan suasana dengan bermain tebakan, 

“Mmm… aku tahu! Karna bintang ingin mewarnai langit yang kesepian?”, 

“Ya! Kau….” Saat Eun-wa hendak bicara ada seseorang yang menarik tangannya.

“kyaaaaaaaaa….! eonni!!”  Song-we berteriak sambil memukul orang itu dengan buntalan mukenah,
“Song chan! Diam penakut! Issssshhh, pabbo-ya! Ini akuu jae oppa! Kau bias berhenti ne?!” ucap namja yang sangat dia kenal “Oppaaa… aku takut!”,

“Ne,diamlah.. aku kesini menjemput kalian pulang, kajja!”, mereka berjalan cepat menuju rumah.


~At home


PRRRAAAANG…

“Mwo? Suara apa ini?”, mereka lari memasuki rumah.
“eomma! Kaifa antum (?),  your hand kena codet? #AbaikanIni

“eomma! Waeoo??” , mereka bertanya bersamaan, 

song chan sudah menangis kencang.

“Sayang, aku hanya menjatuhkan foto alm appa-yo, sudah-sudah, sana kalian makan dulu.. kajja, 
song chan? Aissh eomma tidak apa2.. makan sana”.

~Morning

“Hoahh… sudah adzan ne? bangunkan eomma dululah,”
“eomma.. eomma.. subuh.. jamaah ne? eomma?”, dia mendorong pintunya yang sudah sedikit terbuka, “eomma? Kau sudah ba….. eomma??? Wae-yo eomma….  Eommaaaaaaa!!!!!!!!!!!!!!”
Polisi sudah berkumpul disekitar rumah keluarga kim.
“oppa, kenapa eomma tertidur lama sekali? Padahal disini berisik!” pertanyaan song-we sangat membekukan suasana. “Song chan.. eomma sudah naik ke sisi Allah.. eomma akan tidur selamanya, kita akan di asuh oleh orangtua angkat, tenang.. oppa dan eonni akan melindungimu,ne?”

Agak alim inih postingan yah.. mian, lanjut?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar