"Sibuk main mulu sama temen barunya niiii"
Satu..
dua..
tiga..
aku terpejam.
Lidah kelu, akal mengeras..
"aku harus menjawab apa?"
Melangkah meninggalkan gedung kuliah sambil berdemam,
"Mengapa tak hujan lebat saja? agar payung ini mampu menelan wajahku sampai kotakku kembali"
Tidak, bukan yang baru terlihat sombong..
menyadari bahwa aku yang bersembunyi, lelah.
Masa lalu tak semudah noda pensil yang bisa segera dihapus.. bahkan pensil bisa terhapus dengan sendirnya..
bukan.
Lelah benar menjadi diam dan terjeruji dalam benci.
Lelah benar. Iya, aku serendah itu.
Merasa tak mampu menjalin arti dari ukhuwah sejati..
24 jam mati dalam detik.
Aku lupa.
Aku lupa teman siapa..
Aku lupa pernah dianggap sahabat..
Aku lupa apa itu bersama..
Tak begitu menyenangkan menceritakan noda ini.
Entah rasanya ada yang berat.
Rasanya, gelas ini tak begitu kokoh..
Hanya seseorang yang bisa mendadak bahagia saat berjumpa orang yang dikenal, meskipun sekejap, meskipun sekilas..
Masih berjalan..
diatas jembatan layang pemuda.
menatap kepadatan yang kosong..
Kosong melompong.
setiap harinya..
Ini mungkin,
yang membuatku lupa,
untuk merasakan arti bersama..
1 komentar:
Manapernah wafa bisa jaga ukhuwah.. Impossible
Posting Komentar