Mungkin hujan, sepertinyaKetika satu dua tetes hangat menerpa wajahkuMalas terperanjat,Hematku, romansa ini adalah tentang aku dan langitMemandang gumpalan awan yang tersipuBeralaskan rerumputan taman belakangBerandai, agar detik melenggak lebih lambatAgar rinduku mengepul dan terjaring lapisan awan
Ah, semakin basah..Hujan disiang hari yang hangat yang mulai lebatMalas menyadari,Tetap tergeletak menengadah, menikmatiIrama gelak tawa hujan yang tak tergapai
Temani aku hujan,Duduklah sejenak disisiku..Menemani aku yang terlalu malas,Untuk merindu..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar