My fans

16 Jun 2018

De Ja, Vu. S3

Dua hari sudah ia terlelap nyenyak dikasur putih, berselimut biru.
.
Seorang anak laki-laki usia 9 tahun, berkaus merah, dengan celana panjang hitam, mengetuk pintu dengan bersemangat.
"Kakaak.. aku mau masuuk", dibukanya pintu berat itu, dia terlihat kewalahan dengan dua plastik bersisi minuman dan mainan. "Mba udah tidur, kak?", sambil dengan seksama menyusun minuman dengan rapih diatas meja, sedangkan mainannya ia masukkan ke dalam lemari kecil di bawahnya.
"Udah boy, akhirnya Mba Rara tidur tenang.. kamu udah mandi?", anak laki-laki itu menyeringai dan segera berlari kecil ke kamar mandi di sudut ruangan.

"Kamu mimpi apa Mba? senang sekali kamu nda lagi tiba-tiba terbangun karena tersentak. Seperti orang diguyur air tiba-tiba. Tenang sekali sekarang, tapi segeralah bangun Mba, pasokan minum sudah penuh, kamu haus kan pasti?", wanita muda itu membetulkan kain yang menutupi bagian rambut Rara yang mulai kusut dan kering.

"Kakaaakkk.. odolnyaa, odolnya pedess", anak laki-laki itu bertelanjang dada keluar kamar mandi dengan mata berair.
"Yeee.. kumur-kumur atuh boooyyy, itu di nyalain airnya", wanita muda itu melangkah perlahan sambil memperhatikan gerakan si boy.

Baju putih abu-abu Rara masih terlipat rapih di sudut ruangan, bersama beberapa pakaian di dalam koper. Kerudung putihnya yang masih menampakkan warna kemerahan di beberapa sisi.
Entah, aku pun tak ingat.

#ZhePovEnd

Aku bermimpi lagi, mimpi yang sama selama beberapa waktu baru ini, tak ada lagi mimpi terjatuh dan terinjak. Kini, aku mulai rutin bermimpi tersesat. Tersesat di hutan, di keramaian, di dalam taman bermain.. saat ini aku lelah. Bahkan tak paham, apakah aku perlu mencari jalan keluar.
Setiap ku temukan jalan keluar, tinggal selangkah, kemudian sekitarku menjadi hening, dan mulai gelap.
Aku mengantuk, dan kembali tidur tanpa terpejam.

#RaPovEnd

Kapan Mba Ra bangun ya, aku rindu wajah seriusnya ketika aku berceloteh tentang cerita yang sering teman-teman dan orangtuaku abaikan.
Mba Ra, ayok kita main kucing lagi. Mba Ra saja yang tidak meledekiku saat bermain kucing.
Mba Ra, airnya udah banyak.. ayok minum!

#BoyPovEnd

Suasana riuh kampus membuat sesak nafas. Pun belum bisa bernafas normal ketika menunggu administrator memanggilnya masuk, dengan menunggu di lorong jurusan.

Saat ini seorang konselor berkerudung merah muda terduduk didepannya, setelah mendaftar konseling, ia dihubungi oleh bagian administrasi untuk bertemu siang ini. 
"Hai, apa kabar?"
Wajahnya mulai berisi coretan pensil.

3 Bulan sebelumnya..
"Saya ada kenalan psikolog, nanti saya hubungi orangnya", suara tegas seorang dosen wanita berparas serius.

Kenapa harus bertemu mereka lagi?
#MePovEnd

Tidak ada komentar:

Posting Komentar