Sekarang?
Sekarang masih mempelajari..
Beda sedikit, dulu bahkan tak mengenal keberadaannya..
Banyak waktu yang berlalu,
Masa itu adalah saat yang menyenangkan.
Pertemuan dan perpisahan menjadi hal yang sederhana.
Sangat sederhana, hingga sampai titik dimana merasainya pun tak ada.
Bukankah tak apa?
Jenjang baru, di masa SMP
Masa awal yang asing dan penuh rasa titik yang kosong.
Mengapa terlihat bahagia itu penting?
Mengapa terlihat sedih itu penting?
Aku mulai memikirkan hal rumit yang tidak penting semacam itu.
Kakak angkatan.
Kami angkatan 15, kumpulan anak SMP dan SMA yang tergabung dan berkumpul dalam masa orientasi yang sama.
Mereka menyenangkan, bahkan mengamati keberadaan dan tingkah orang di sekitar mulai menjadi hobi favorit.
Apa ituitu baha?
Iya.
Apa terlihat bahagia?
Tidak.
Masa itu berlalu singkat.
...
Berjumpa dengan labrakan pertama.
Segerombolan angkatan lain melabrak sesosok anak kelas 8 yang mengadukan kakak tingkatnya membawa barang elektronik yang dilarang.
Terhitung +-10 vs 1
Takut?
Entah, hanya merasa tidak nyaman.
Terlihat takut?
Haha. Mungkin mereka semakin geram melihat tampang ini. Biasa.
Mencoba menarik hati untuk merasakan sesuatu, tapi sangat dalam.
Seperti menggapai dasar sumur dengan tangan kosong.
..
Perpisahan SMP
Sedih?
Tidak.
Terlihat sedih?
Tidak. Ah, tidak bisa.
Anehnya, sempat mata ini menangis ketika kakak kelas baik yang selalu dipanggil "mama" datang dan menenangkan.
Kenapa?
Mungkin... Awal mengenal dia? Si hati.
...
Saat itu sore,
Memasuki 1 SMA, reuni pertama angkatan.
Berjalan lancar.
Menyenangkan.
Rasa terikat dengan masa di hari kemarin.
"Sudah malam, yuk foto bareng terus pulang"
Usai foto,
Dadaku sesak.
Kenapa?
Tubuh lemas.
Diam-diam menangis.
Ah,
Aku terluka atas perpisahan ini.
Bukan tentang mommen tertentu,
Sang hati lebih rentan terluka, bahkan hanya untuk pertemuan singkat.
Baru di pahami,
Ternyata seperti ini rasanya memiliki hati.
....
25/03/19
Aku menulis ulang isi diary pada tahun itu.
Kemarin baru saja menghadiri wisuda orang-orang yang dengan lancang mengisi kenangan di hidupku.
Aku bisa apa?
Hanya berharap sang hati tidak terlalu terluka atas ini.
Dengan cara terus memikirkan kebaikan lain yang akan mereka tebarkan di belahan dunia yang luas ini.
Hatiku sempat jatuh dan hilang,
Kini, hati ini adalah hasil tambal menambal dari kebaikan yang mereka berikan, dan dengan lancang, aku meminta sebutir untuk menutupi rongga kosong disana sini.
Zhea berkata, menangis itu kegiatan kriminal. Hal itu karena menangis membuat sakitku kambuh dan merajai hari dengan jahat.
Revat hanya selalu mengingatkan untuk selalu mendoakan mereka.
Terimakasih untuk hatinya, aku menyayangi kalian.
"Di pagi buta, 2.42 WIB"
Sekian jam setelah pertemuan unik itu, sang hati sudah lekas merindukan. Baiknya tidak. Makanya aku perlu berdiskusi dengan Revat dan Zhea.
Semoga kalian selalu sehat.
Keep On Touch,
Salam Hasta La Victoria!
-Rara, 25.03.19-
__________________
Aku menyimpan buku di balik bantal putih.
Revat dan Zhea tentu menungguiku sepanjang malam.
Setelah dokter memberi izin untuk menghadiri wisuda kakak-kakak ku,
Malamnya aku terbangun di ranjang ini.
Ranjang putih yang dingin.
Revat tentu saja di luar ruangan.
Hanya terlihat Zhea yang tertidur lelap.
Aku merebahkan diri,
"Kemarin aku merasakan apa?"
#chpt
#DeJavu7
Sekarang masih mempelajari..
Beda sedikit, dulu bahkan tak mengenal keberadaannya..
Banyak waktu yang berlalu,
Masa itu adalah saat yang menyenangkan.
Pertemuan dan perpisahan menjadi hal yang sederhana.
Sangat sederhana, hingga sampai titik dimana merasainya pun tak ada.
Bukankah tak apa?
Jenjang baru, di masa SMP
Masa awal yang asing dan penuh rasa titik yang kosong.
Mengapa terlihat bahagia itu penting?
Mengapa terlihat sedih itu penting?
Aku mulai memikirkan hal rumit yang tidak penting semacam itu.
Kakak angkatan.
Kami angkatan 15, kumpulan anak SMP dan SMA yang tergabung dan berkumpul dalam masa orientasi yang sama.
Mereka menyenangkan, bahkan mengamati keberadaan dan tingkah orang di sekitar mulai menjadi hobi favorit.
Apa ituitu baha?
Iya.
Apa terlihat bahagia?
Tidak.
Masa itu berlalu singkat.
...
Berjumpa dengan labrakan pertama.
Segerombolan angkatan lain melabrak sesosok anak kelas 8 yang mengadukan kakak tingkatnya membawa barang elektronik yang dilarang.
Terhitung +-10 vs 1
Takut?
Entah, hanya merasa tidak nyaman.
Terlihat takut?
Haha. Mungkin mereka semakin geram melihat tampang ini. Biasa.
Mencoba menarik hati untuk merasakan sesuatu, tapi sangat dalam.
Seperti menggapai dasar sumur dengan tangan kosong.
..
Perpisahan SMP
Sedih?
Tidak.
Terlihat sedih?
Tidak. Ah, tidak bisa.
Anehnya, sempat mata ini menangis ketika kakak kelas baik yang selalu dipanggil "mama" datang dan menenangkan.
Kenapa?
Mungkin... Awal mengenal dia? Si hati.
...
Saat itu sore,
Memasuki 1 SMA, reuni pertama angkatan.
Berjalan lancar.
Menyenangkan.
Rasa terikat dengan masa di hari kemarin.
"Sudah malam, yuk foto bareng terus pulang"
Usai foto,
Dadaku sesak.
Kenapa?
Tubuh lemas.
Diam-diam menangis.
Ah,
Aku terluka atas perpisahan ini.
Bukan tentang mommen tertentu,
Sang hati lebih rentan terluka, bahkan hanya untuk pertemuan singkat.
Baru di pahami,
Ternyata seperti ini rasanya memiliki hati.
....
25/03/19
Aku menulis ulang isi diary pada tahun itu.
Kemarin baru saja menghadiri wisuda orang-orang yang dengan lancang mengisi kenangan di hidupku.
Aku bisa apa?
Hanya berharap sang hati tidak terlalu terluka atas ini.
Dengan cara terus memikirkan kebaikan lain yang akan mereka tebarkan di belahan dunia yang luas ini.
Hatiku sempat jatuh dan hilang,
Kini, hati ini adalah hasil tambal menambal dari kebaikan yang mereka berikan, dan dengan lancang, aku meminta sebutir untuk menutupi rongga kosong disana sini.
Zhea berkata, menangis itu kegiatan kriminal. Hal itu karena menangis membuat sakitku kambuh dan merajai hari dengan jahat.
Revat hanya selalu mengingatkan untuk selalu mendoakan mereka.
Terimakasih untuk hatinya, aku menyayangi kalian.
"Di pagi buta, 2.42 WIB"
Sekian jam setelah pertemuan unik itu, sang hati sudah lekas merindukan. Baiknya tidak. Makanya aku perlu berdiskusi dengan Revat dan Zhea.
Semoga kalian selalu sehat.
Keep On Touch,
Salam Hasta La Victoria!
-Rara, 25.03.19-
__________________
Aku menyimpan buku di balik bantal putih.
Revat dan Zhea tentu menungguiku sepanjang malam.
Setelah dokter memberi izin untuk menghadiri wisuda kakak-kakak ku,
Malamnya aku terbangun di ranjang ini.
Ranjang putih yang dingin.
Revat tentu saja di luar ruangan.
Hanya terlihat Zhea yang tertidur lelap.
Aku merebahkan diri,
"Kemarin aku merasakan apa?"
#chpt
#DeJavu7
Tidak ada komentar:
Posting Komentar