My fans

22 Jun 2016

Biru Dongker

Rindu mereka.. 
yang selalu kuat. 
Selalu bersama.. 
Melihat mereka mengingatkan persahabatanku dengannya~
Seperti Maple yang menyegarkan untuk dipandang bersama strawberry.. ^^
#Gaknyabung
Berawal dari terlambatnya mengisi form di stand.. kosong, sudah habis jadwalnya.. 
Aahh menjadi ceroboh memang sedikit menyulitkan~
Namun leganya ketika ada yang mau menghampiri dan membagi info MPA yang seharusnya lebih awal kudapat..
Ah, pasti aku terlihat bodoh dengan segala kecerobohan itu..
Orang itu, aku yang selalu malas menghafal apapun itu ._.
membuatku seketika berjanji untuk mengingat nomor hp ku, selamanya.. agar suatu hari jika ia bertanya, dapat ku sebut digitnya dengan senyum kepuasan.. *skip
Mengejar waktu untuk mendapatkan kamar kos untukku, berakhir kami berjalan menyusuri kampus bersama.. meskipun (lagi2) berjalan dengan orang asing begitu kuhindari.. tp, entahlah~ 
ada yang menarik.

Entah mengapa sore itu sangat berangin.. 
Berjalan berempat, mereka dengan temannya(akhir2 ini baru kenal).. yang sama2 asing bagiku..

Daun itu terjatuh.. bersama langkah kami..
Dia. Dengan langkahnya yang lincah, dan senyum polosnya dengan lesung kecil di pipi bawah.. lucu. Orang ini menghapus pendapatku tentang anak mahasiswa yang kaku.. ketika.. "Eh ini daun apa ya? Daun itu yg di luar.. maple ya?", ah maple.. daun yang selalu indah.. 
BTW ka -_- itu daun ga ada mirip miripnyaa sama mapple ._.
#skip

Beruntung, sempat kita dapat melihat keindahan bersama.. meski begitu singkat. Keriangannya.. membuatku berfikir, tidak semua mahasiswa harus bertingkah jaim, aku ingin tetap menjadi diriku..

Hingga seterusnya.. entah mengapa bercakap dengannya begitu menyenangkan, tak banyak, hanya saling menyemangati antar panitia dan peserta.. namun cukup membuat fikiran menyerah membuat atribut menghilang.. 
3kali saja kita sempat bertemu~ 
hanya 3 kali. Tapi selalu saja menyenangkan..
terakhir kali kita bertemu.. di depan pusaranmu, aku hanya bertanya pada sahabatmu, "kak, kenapa nggak pake bunga warna dongker?"
hanya itu. bahkan aku tak mampu berfikir untuk menangis..
sakit. begitu saja ka.. seketika aku begitu marah padamu.
pergi begitu saja. Membawa pergi pecahan cerita cerita~

Hanya menjadi begitu rapuh saat kembali ke kos. sendiri.. menyadari betapa sakitnya~
bahkan bapak kosku mengira bahwa aku begitu cengeng.

itu sahabatmu, orang baik, meski aku bukan siapa siapa.. 
seberapa sibukpun orang itu..
hampir tidak pernah mengabaikan celotehanku.
baru ku sadar bahwa ternyata dia ketua BEM prodinya.. 
Kini.
MPA sudah terlewat.. 
namun melaluimu, dengan kuasaNya..
aku menemukan figur di balik langkah raguku memijaki perkuliahan..
mereka. 
Kakak kembarku.

-SS-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar