Bukan main anak ini..
bahkan umur yang tak lagi muda masih saja terpekur.
Mengatakan tentang lelahnya terus berjalan.
Mengatakan tentang lelahnya terus berharap.
Angin kencang dari kipas itu membawa ku terlalu nyaman dan malas untuk bergerak.
Teringat bintang itu.
bintang kecil itu..
Terus saja ia berputar dan bersinar, meski menyadari bahwa ia tak cukup kuat untuk menerangkan langit malam..
dan tak secuilpun mampu menghangatkan di lelapku tiap malam..
hm, tanpa lelah dan bosan.
Seperti kata menyerah tak pernah ada dalam kamusnya..
Si anak itu..
hah.
bahkan melangkah sedikit saja sudah tamat satu bundel berisi kata lelah.
Ia anak itu.. si aku ini.
Lelah juga berfikir untuk menyerah.. karena selalu saja timbul rasa dan rasionalisasi yang semakin merumitkan definisi lelah..
.........................
Si anak manja ini lupa sekali tentang makna makna tentang hal ini itu yang ia ciptakan sendiri..
Bahkan lupa ketika seorang kakak memegang bahumu, memperbaiki almamater yang asal kupakai dan berkata, "Kuatkan pundaknya, amanah baru"
Sekarang?
Berhentilah bercerita!
telinga seseorang tak selalu untuk mendengar alur hidup makhluk manja.
Ini tentang pilihan..
Jangan terlalu lama mematut diri. Bahkan dirimu tak memiliki apapun ketika meninggalkan raga ini..
Hey anak manja!
Ya si aku yang anak manja.
Jatuhlah kamu.. rasakanlah jatuh itu, terkadang kamu harus jatuh untuk menyadari seberapa jauh kau berlari.
Seberapa banyak keindahan yang kau lupakan ketika berlari, dan hanya bertemu terpaan angin?
Menangislah.
Bahkan orang yang paling kuat adalah orang yang pandai menangis untuk menjadi kuat.
Teruslah berjalan... ya kan?
Tetaplah berjalan.. meskipun duniamu meninggalkanmu..
Bismillah.. #AdaAllah
-Me End Pov
4 komentar:
Ada nci, cingku. Tetep jadi org hebat ya :)
hebatnya bareng bareng yaaa
Ah. Itu kalimat formalitas sekali :"
Posting Komentar