Terkadang, ada warna-warna yang sesungguhnya tak bersuara~
.
.hai sang wahai,
potret sekilas yang menemani jalanku dalam diam beberapa hari lalu.
Pun dalam diam kugoreskan keindahan karuniaNya dalam bentuk serendah rendahnya sentuhan tangan manusia..
.
.Teringat betul malam itu, adik sudah terlelap terakibat kak rosnya sedang dirumah.
kemudian terlanjutlah percikan yang menjadi bara dengan sang ia hingga akhirnya menjadi kenyamanan tersendiri.. kenyamanan dalam diam seakan hidup dalam cermin yang berbeda.
.
.Tentang ketidak mampuan diri menahan ego.
malam itu.. potret kecil tak bersuara ini menjadi saksi bisu.
Dan entah, pun dalam bisu dan kosong.. tergoreslah kumpulan warna yang tadinya tak ada dan tak terarah..
.
. -Menanti Malam-
.
.hai sang wahai,
potret sekilas yang menemani jalanku dalam diam beberapa hari lalu.
Pun dalam diam kugoreskan keindahan karuniaNya dalam bentuk serendah rendahnya sentuhan tangan manusia..
.
.Teringat betul malam itu, adik sudah terlelap terakibat kak rosnya sedang dirumah.
kemudian terlanjutlah percikan yang menjadi bara dengan sang ia hingga akhirnya menjadi kenyamanan tersendiri.. kenyamanan dalam diam seakan hidup dalam cermin yang berbeda.
.
.Tentang ketidak mampuan diri menahan ego.
malam itu.. potret kecil tak bersuara ini menjadi saksi bisu.
Dan entah, pun dalam bisu dan kosong.. tergoreslah kumpulan warna yang tadinya tak ada dan tak terarah..
.
. -Menanti Malam-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar