Entah, semakin kosong saja.
Tak mengharapkan apapun, ya ampun aku hanya berfikir, akan ada hari yang baik diesok hari.
Tanya jawab itu lebih sering terjadi, secepat pantulan pingpong para atlit karate (?).
Konseling ini terus mundur berbulan bulan, tak berharap kubilang. Mungkin nanti ketika admin menghubungiku, aku hanya akan melakukan yang terbaik.
Itu benar-benar kosong.
Seperti hembusan angin di gorong-gorong kota tertinggal.
Percaya atau tidak, bahkan khayalanku mulai berhenti memikirkan, apa yang bisa ku lakukan esok.
Satu yang terbaik, ku yakin nikmatNya akan selalu ada untuk mereka semua.
Tidak bisa berhenti, kau tau rem blong? Takut, cemas, kelimpungan, kau menyadari beberapa saat lagi akan tertabrak atau terjatuh paksa.
Apa lagi?
Kemana lagi?
Siapa lagi?
Mencukupkan untuk semua.
Ini tentang ku,
Aku dalam ceritaku.
#fiktif
Tak mengharapkan apapun, ya ampun aku hanya berfikir, akan ada hari yang baik diesok hari.
Tanya jawab itu lebih sering terjadi, secepat pantulan pingpong para atlit karate (?).
Konseling ini terus mundur berbulan bulan, tak berharap kubilang. Mungkin nanti ketika admin menghubungiku, aku hanya akan melakukan yang terbaik.
Itu benar-benar kosong.
Seperti hembusan angin di gorong-gorong kota tertinggal.
Percaya atau tidak, bahkan khayalanku mulai berhenti memikirkan, apa yang bisa ku lakukan esok.
Satu yang terbaik, ku yakin nikmatNya akan selalu ada untuk mereka semua.
Tidak bisa berhenti, kau tau rem blong? Takut, cemas, kelimpungan, kau menyadari beberapa saat lagi akan tertabrak atau terjatuh paksa.
Apa lagi?
Kemana lagi?
Siapa lagi?
Mencukupkan untuk semua.
Ini tentang ku,
Aku dalam ceritaku.
#fiktif
Tidak ada komentar:
Posting Komentar