My fans

9 Jan 2017

Percikan Api

Bukan sebuah sambaran api,
hanya percikan kecil tak berfaedah berbentuk kembang api~
Tak menghangatkan,
pun tak bisa menerangkan.
Jika tak salah, pertama mengenal ketika sang gagah menggantungkannya di pepohonan demi senyum polos kami.


Setelahnya, yang kuingat saat pertama kali kembali ke kampung itu, bertemu teman baru dan memainkannya sambil berputar melingkari sampah yang sedang dibakar berukuran kecil.
Sepertinya sampah makanan kecil kami.
Tertawa dalam bingung.
siapa pula mereka?
namun kami tetap tertawa,
terlebih seorang anak menari sambil bernyanyi,
"sapi nungging", mmm.. sepertinya dia berusaha
menyebut api unggun -_-
Dan hari berlalu.
berjumpa tahun dengan singkat.
Berkenalan sejenak, kemudian dengan mudah akrab dengan tahun berikutnya.
Bukankah seperti kebanyakan orang?
Mengenal bersama meninggalkan menjadi sebuket hadiah kehidupan.
Sang gagah tetap gagah,
Orang yang mengajarkanku kecil agar memiliki kelenturan yang cukup membuatku mampu mengikuti berbagai olahraga.
Menumbuhkanku menjadi setitik percikan api yang kokoh fisiknya.
Sang gagah yang dengan sigap bersepeda dengan cepat melewati beberapa kilometer hanya untuk menjemputku yang baru disadari mereka saat dipersinggahan, bahwa aku masih tertinggal sendiri di tempat liburan.
Saat sang rembulan cantik menegaskan, bahwa aku bisa kembali sendiri pastinya. Namun ia tetap melaju ditengah malam.
dan aku kembali ke persinggahan dengan pertanyaan, kemana sang gagah?
Kini percikan api mulai kehilangan arti..
Membuatku merindukan lagi dalam renungan,
aku merindukan sepotong kecil api yang menghangatkan..
meskipun sering melukai dengan sambaran tak konsisten tersebab masih labil.
Aku merindukan,
sekaligus...
berusaha keras melupakan.
-Percikan api-
#MeEndPov

Tidak ada komentar:

Posting Komentar