Celoteh nyata mengenai warna,
.
.
.
.
untuk warna yang tertorehkan.
Terbiasa dengan kelabu, hitam putih dengan miskin warna..
Tentang sebagian orang yang lihai melukis warna.. mengalirkan seruan rasa dalam bercaknya.. behagia mungkin mereka, namun mungkin saja melara..
Menarik tirai drama secara berkala..
Menarik tirai drama secara berkala..
Entah kapan menampilkan hiburan panggung tentang tak maya.
tentang aku.
yang sulit bermain warna..
Hanya mampu menutupi goresan dengan goresan lain yang menyarukan.
tak mampu menimpanya dengan jenis warna maupun gradien jenis rumit lainnya..
Hanya mampu menutupi goresan dengan goresan lain yang menyarukan.
tak mampu menimpanya dengan jenis warna maupun gradien jenis rumit lainnya..
aku mencoba menghargai berbagai warna meski membencinya. kurasa, warna selain rasa memang tak seharusnya tetap kelabu..
yang akan selalu berakhir meredupkan mata.
membuat langkah itu kembali terdengar menjauh..
Melihat warna, membuat manusia terlihat normal bukan?
yang akan selalu berakhir meredupkan mata.
membuat langkah itu kembali terdengar menjauh..
Melihat warna, membuat manusia terlihat normal bukan?
warna. warna dan warna..
mulai meraba warna meski terkadang salah membacanya..
Mencoba mencampurkan dengan warnaku, yang akhirnya makin ku pahami.. bahwa mereka, sekumpulan pecinta warna. Tidak begitu suka warnanya menjadi keruh karna warna ku..
warnaku yang tak sadar ku campurkan..
mulai meraba warna meski terkadang salah membacanya..
Mencoba mencampurkan dengan warnaku, yang akhirnya makin ku pahami.. bahwa mereka, sekumpulan pecinta warna. Tidak begitu suka warnanya menjadi keruh karna warna ku..
warnaku yang tak sadar ku campurkan..
maka jadilah ia tetap menjadi warnaku.
namun...
sedikit berbeda dengan yang lalu..
ia.
Bentuknya kini terang..
dengan sedikit siluet warna merah senja..
dan warna langit yang meniup awan begitu jauh..
Ia kini berdiri dengan warnanya..
warnanya.. yang bukan warnaku.
.
.
.
melupakan warna hujan..
menghindarinya..
karna hujan..
melunturkan warnannya..
menjadikannya.. warnaku.
.
.
menyenangkan menjadi warnaku, namun akan menyulitkan warna lain.. merusak warna lain.. as always. ^^
sedikit berbeda dengan yang lalu..
ia.
Bentuknya kini terang..
dengan sedikit siluet warna merah senja..
dan warna langit yang meniup awan begitu jauh..
Ia kini berdiri dengan warnanya..
warnanya.. yang bukan warnaku.
.
.
.
melupakan warna hujan..
menghindarinya..
karna hujan..
melunturkan warnannya..
menjadikannya.. warnaku.
.
.
menyenangkan menjadi warnaku, namun akan menyulitkan warna lain.. merusak warna lain.. as always. ^^
maka hanya mampu berharap..
akan hadir warna seindah pelangi,
tidak mengusir warnaku..
namun..
menemani warna ini.
warna yang luntur menjadi warnaku karna si rintik hujan yang membenciku menjadi lain.
menemani warna ini.. hingga dengan sendirinya warna kelabu mampu tersenyum bersama pelangi..
namun..
tetap warna si kelabu..
akan hadir warna seindah pelangi,
tidak mengusir warnaku..
namun..
menemani warna ini.
warna yang luntur menjadi warnaku karna si rintik hujan yang membenciku menjadi lain.
menemani warna ini.. hingga dengan sendirinya warna kelabu mampu tersenyum bersama pelangi..
namun..
tetap warna si kelabu..
Maafkan aku yang seringkali lupa menahan milikku..
menahan warnaku sendiri memang begitu sulit.
bahkan terkadang.. sengaja saja ku warnai hatinya dengan warnaku, ku tahu itu tak baik.. tak pernah baik..
namun aku ingin tetap menjadi diriku, yang tetap warnaku.
dengan sedikit percikan warna yang bertahun tahun kuramu..
.
.
masih menanti.
.
.
.
#MeEndPov
.
#MeEndPov
Tidak ada komentar:
Posting Komentar