My fans

3 Sep 2020

Memori Kucing

Ezha keluar dari kamarnya tiba-tiba.

Dengan raut wajah yang sangat jarang dan bisa muncul secara random tiap minggunya.

Ia mulai duduk di kursi ruangan tengah dan mendadak tersenyum riang sambil menyentuh bagian leher "Moka" kucing abu-abu umur 3 bulan di depannya.

Moka mendekatkan dirinya dan mendusel dusel ke area badan Ezha.


"Eyy.. laper ya?", Ezha membiarkan Moka menaiki badannya dan bertengger di dadanya.

Ezha memeluk Moka sebelum beberapa menit selanjutnya ia mulai menangis. 

Hal yang jarang terjadi adalah Moka tidak berusaha melepaskan diri. Dia hanya diam dalam pelukan Ezha.

"Lucu ya?, Aku harusnya diem aja kan?", Ezha meletakkan Moka di atas meja dan menatap matanya yang bulat.

Ia mengelus elus perlahan daerah kepala Moka, bulunya yang sudah kembali sehat tanpa ada jamur lagi membuat Moka semakin menyenangkan untuk dielus.

Sekejap.

Mendadak senyum Ezha hilang.

Tangan yang tadinya mengelus Moka, mengarah ke leher kecilnya dan mulai mencekik sembari memeluk tubuh kucing itu.

"Maaf ya..", suara sedih Ezha kembali terdengar. Segera setelah melepaskan Moka yang sebelumnya hampir kehilangan napas.

Ia mengambil air dan mencuci mukanya.

Ia menghampiri Moka perlahan.

Moka yang terlihat gelisah, langsung mencakar dan menggigit tangan Ezha yang terjulur untuk mengelusnya.

Ezha membiarkan tangannya luka luka karena cakaran dan gigitan kucing itu.

"Bukankah seharusnya begitu?".

Moka kucing yang pintar, ia akan melindungi diri ketika ia mendapatkan tindakan yang menyakitinya

Kan?

..........

Ia terbangun siangnya,

Tetangga kanan kiri sudah bergegas pergi kerja, tersisa satu yang sedang dalam masa rehat.

Aku terjongkok di depan kamar, mengumpulkan nyawa dan sinyal otak.

Moka berjalan perlahan menghampirinya,

Mengendus endus dan berputar putar sambil menggesekkan badannya.

"Kamu biasa emong dia sih dari kecil, jadi tau siapa yang sayang kedia", ujar tetanggaku sambil menyuci.

Aku tersenyum hambar,

Memandang Moka yang perlahan mulai menaiki tubuhku minta di elus.

Im sorry Moka. Terima kasih..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar